August 17, 2018

2 dari 3 Wisatawan Ambil Barang Kamar Hotel

trip advisor 2Jakarta (Paradiso) – Dua pertiga (65%) dari wisatawan dunia dan tiga perempat (75%) dari wisatawan Indonesia mengakui bahwa mereka mengambil barang dari kamar hotel tempat mereka menginap, dengan perlengkapan mandi yang menjadi item paling sering dibawa pulang. Tiga dari lima (59%) pengusaha perhotelan global dan 56% dari pemilik hotel di Indonesia melaporkan bahwa tamu mereka sering mengambil berbagai item saat meninggalkan hotel.

Survei TripBarometer, Truth in Travel mengungkap beberapa perbedaan antara apa yang wisatawan akui mereka ambil dan apa yang dilaporkan hilang oleh pengusaha perhotelan saat tamu keluar.

Tamu kemungkinan mengakui bahwa mereka mengambil barang yang seringkali mereka kira gratis seperti peralatan mandi atau alat tulis. Namun, nampaknya seringkali beberapa wisatawan merasa bahwa handuk, lampu dan baterai yang mereka temukan di kamar mereka juga bebas dibawa pulang.

Walaupun hanya 7% dari wisatawan global yang mengatakan kalau mereka pernah mengambil handuk dari kamar hotel, jumlah mengejutkan yaitu 1 dari 4 pengusaha hotel melaporkan kehilangan handuk setelah tamu pergi.

Beberapa wisatawan memiliki ide yang aneh mengenai barang yang bisa jadi kenang-kenangan perjalanan wisata – 1 dari 10 pengusaha perhotelan melaporkan bahwa gantungan baju hilang dan 7% mendapati baterai di remote control TV diambil setelah tamu check out.

Yang menjadi pendorong utama dalam memilih akomodasi, wisatawan di dunia suka barang-barang gratis. Dalam beberapa tahun terakhir, wisatawan yang tertarik dengan barang-barang yang diberikan gratis meningkat, ini memperkuat pemikiran bahwa salah satu cara untuk menarik tamu adalah dengan menawarkan layanan gratis sebagai bagian dari tarif kamar.

TripBarometer juga mengungkap beberapa perbedaan kecil antara apa yang dikatakan wisatawan dan yang mereka sebenarnya lakukan saat berlibur. Menurut survey tersebut, wisatawan global ingin mendapatkan pengalaman yang unik dari tujuan wisata atau budayanya, dengan 38% mengatakan mereka ingin mengeksplorasi budaya lain, 20% ingin mencoba makanan baru dan 30% mencari pengalaman untuk mencoba sesuatu yang khusus dari tujuan wisata mereka. Namun, saat memilih tempat menginap, wisatawan menginginkan akomodasi yang menawarkan fasilitas yang nyaman seperti di rumah, seperti ‘TV atau pilihan film dalam bahasa mereka’ (31%) dan ‘makanan dari negara mereka sendiri’ (27%).

Warga Indonesia khususnya suka dengan makanan dari negara mereka, dengan 38% menyatakan bahwa mereka berharap hotel menawarkan pilihan ini. Walaupun nampaknya wisatawan Indonesia kurang antusias terhadap budaya lokal dibandingkan dengan rata-rata wisatawan global, dengan 35% menyatakan ini sebagai alasan utama mengunjungi destinasi baru, mereka secara marjinal lebih terbuka dalam mencoba makanan baru dibandingkan dengan wisatawan global (22%).

Dan hotel-hotel menjawab permintaan ini! Sebagai hasil dari meningkatnya jumlah tamu dari berbagai destinasi di seluruh dunia, pengusaha hotel telah atau merencanakan untuk melakukan beberapa hal untuk memenuhi kebutuhan pengunjung internasional. 54% dari responden hotel di dunia menyediakan atau berencana untuk menyediakan TV atau pilihan film dalam bahasa asing dan 51% memasukkan atau berencana untuk memasukkan pilihan makanan internasional dalam menu mereka. (*)

Facebook Comments