December 18, 2017

Angkat Wisata Bahari Melalui Kejuaraan Foto Bawah Laut

photo underwaterKarangasem, Bali (Paradiso) –Wisatawan asing dan domestik belum banyak yang mengenal keanekargaman kekayaan bawah laut di Indonesia sehingga pemerintah terus mendorong program dan pengembangan wisata bahari di Tanah Air.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi wisata bahari di Indonesia lewat kejuaraan foto bawah laut, yakni Indonesia World Underwater Photo contest (IWUPC) 2013.

Lomba foto bawah laut itu merupakan terbesar di dunia sebagaimana dikonfirmasikan tujuh juri profesional dari Amerika Serikat, Hongkong, Jepang, Inggris.

Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Event Achyaruddin mengharapakan peserta maupun juri, mereka bisa menjaring wisatawan asing yang menjadi target kita untuk datang ke Indonesia dari Eropa, Asia dan Amerika.

“Selain itu, mereka juga harus mengenal Indonesia khususnya khususnya kekayaan wisata bahari di Tanah Air dan memiliki reputasi bebas konflik dengan pihak manapun,” ujar Achyaruddin saat di Bali, Sabtu (7/12/2013)

“Nantinya semua foto akan dipamerkan sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana promosi pariwisata bahari Indonesia. Dari 2625 foto yang diterima akan diambil 10 finalis,” tambahnya.

Achyaruddin mengatakan, kegiatan tersebut akan berdampak positif untuk menjaring wisatawan. Selain itu, dunia akan lebih mengenal potensi wisata bahari yang tersebar di seluruh nusantara di mana ada 700 titik yang menjadi obyek pemotretan di bawah laut.

“Selama ini, kekayaan bawah laut yang kerap dijadikan obyek fotogtrafer dan operator diving seperti di Bali, Raja Ampat dan Lombok,” jelasnya.

Kesempatan terpisah Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif Cipto Aji Gunawan bercerita, Menparekraf sempat mengatakan, kenapa kita Indonesia negara bahari demikian yang punya laut yang demikian luas tidak punya sesuatu yang benar-benar menonjol di dunia.

“Karenanya, dibuatlah program yang bisa berguna masyarakat Indonesia dan menjadi sesuatu yang menonjol di dunia dengan apa yang disebut “Indonesia world underwater Foto Contes,” ungkap Cipto.

Meski demikian, program itu bukan semata foto kontes melainkan ada hal penting lainnya yang menjadi syarat penting yakni untuk pengembangan dan konservasi.

Pengembangan dimaksud, bagaimana dalam kegiatan itu melibatkan operator diving di seluruh Indonesia. Jadi, tidak sembarangan orang kirim foto ke Kemenparekraf.

Wisatawan atau orang yang menyelam itu menyertakan operator diving yang bersertifikasi. Ini penting pula bagi Kemenparekraf untuk mendata peta sebaran seluruh operator diving untuk pengembangan wisata bahari selanjutnya.

Dengan begitu, akan diketahui bagaimana tingkat profesionalisme operator diving maupun produk yang ditawarkan kepada wisatawan.

Jadi, tidak berhenti pada kegiatan saja namun bagaimana sebenarnya penyelenggara kegiatan itu adalah semua operator diving sehingga bisa menggunakan program itu untuk promosi pariwisata.

“Mereka bisa menawarkan sebagai daya tarik orang untuk diving di Indonesia sehingga bisa menjaring lebih banyak wisatawan,” jelasnya.

Selain itu, hal unik yang pertama kali dilakukan di dunia adalah biasanya orang menyelam ditemani dive guide yang melakukan pemotretan juga mendapat penghargaan.

Hanya saja, syaratnya Dive guide yang mengikuti lomba tersebut harus orang Indonesia sehingga bisa lebih mendorong mereka bergairah lagi dalam memajukan wisata bahari. “Keunikan ketiga, total hadiah kegiatan ini mencapai Rp2 miliar,” pungkasnya. (igo)

Facebook Comments