November 16, 2018

Bangunan Hotel di Sekitar Sumber Air Rusak Ekosistem

Surabaya (Paraddiso) – Aktivis lingkungan menyayangkan rencana pembangunan hotel berbintang di sekitar kawasan sumber mata air yang dapat merusak ekosistem. Rachmat K. Dwi Susilo, aktivis lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jatim mengatakan warga tiga desa di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tengah memprotes pembangunan sebuah hotel berbintang yang dibangun tidak jauh dari lokasi sumber air Gemulo.

“Sesuai dengan Pasal 20 Keputusan Presiden No. 32/1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung disebutkan kriteria kawasan sekitar mata air adalah sekurang-kurangnya dengan jari-jari 200 meter di sekitar mata air. Pembangunan hotel tersebut berada kurang dari 150 meter,” ujarnya.

Dikatakan, selain itu, pembangunan hotel itu juga melanggar Perda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Batu, yang menyebutkan jika wilayah Kecamatan Bumiaji sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan pertanian.

“Sumber air Gemulo merupakan sumber air yang dimanfaatkan untuk air minum, irigasi, dan perikanan darat oleh warga sekitar Bumiaji. Tidah hanya itu, sumber air tersebut sangat bernilai strategis terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang,” katanya.

Ditambahkannya, bisa dibayangkan ratusan bahkan ribuan warga yang sangat tergantung terhadap kebutuhan air bersih tersebut yang berasal dari sumber mata air Gemulo Kota Batu.Sangat disayangkan kalau sumber air tersebut terancam kualitas ataupun kuantitasnya yang diakibatkan pembangunan hotel yang direncanakan empat lantai dengan 86 kamar tersebut.

Masyarakat khawatir kalau pembangunan hotel dipaksakan akan terjadi bencana ekologis. Selain itu, warga mempertanyakan mudahnya perizinan yang diterbitkan Pemkot Batu. Sebelum melakukan sebuah pembangunan ada banyak instrumen hukum yang harus dipenuhi tidak cukup hanya memperoleh IMB.

“Instrumen itu berdasarkan UU No. 32/2009 PPLH meliputi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang kaitannya dengan RTRW Kota Batu, analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal), izin lingkungan, izin lokasi, hinder ordonantie (HO) atau izin gangguan, pembuangan Air Limbah, dan izin mendirikan bangunan (IMB),” ungkapnya. (*/bisnis jatim)

Facebook Comments