September 19, 2019

Miss Coffee Indonesia Kunjungi Penjual Kopi Pinggir Jalan

Miss Coffee Indonesia 2012 Bianca Beatrice bersama finalis lainnya mengunjungi pedagang kopi jalanan.
Miss Coffee Indonesia 2012 Bianca Beatrice bersama finalis lainnya mengunjungi pedagang kopi jalanan.

Jakarta (Paradiso) – Minum kopi sudah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat Indonesia sejak dulu kala, sambil ngobrol biasa dilakukan diwarung kopi pinggir jalan. Meski zaman telah berkembang semakin modern dengan munculnya kedai kopi branded, warung kopi tradisional tetap eksis dengan pelanggan setianya.

Dalam rangka social responsibility Miss Coffee Indonesia, Bianca Beatrice Miss Coffee Indonesia 2012 dan para finalis berkesempatan mengunjungi warung kopi pinggir jalan. Dengan tujuan memberikan dukungan kepada pelaku usaha warung kopi pinggir jalan, agar tradisi minum kopi ini dapat terus berlangsung dan ikut menyemarakkan semangat menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil kopi terbesar dan terbaik didunia.

Lisa Ayodhia, Ketua Harian Asosiasi Duta Indonesia (ADI), penyelenggara Miss Coffe Indonesia mengatakan kegiatan ini bertujuan agar Miss Coffee Indonesia dapat merasakan sendiri suasana warung kopi tradisional yang ada di Indonesia, tidak hanya mengenal kedai kopi modern saja.

“Sehingga sebagai duta Indonesia mereka memiliki wawasan yang lebih lengkap tentang seluk beluk perkopian di Indonesia, dan itu akan sangat berguna jika mereka bertugas mempromosikan kopi Indonesia di ajang Internasional,” ujar Lisa saat acara CSR Miss Coffe Indonesia di Jakarta, Selasa (26/03/2013).

Kesempatan sama, Miss Coffee Indonesia 2012 Bianca Beatrice mengaku bangga bisa mempromosikan kopi Indonesia baik di Tanah Air maupun di negara lain. Wanita penyuka kopi jenis Arabika itu tidak malu membeli sekaligus berjualan kopi di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan. Baginya, minum kopi di pinggir jalan memiliki kenikmatan tersendiri.

“Saya memang bertugas mempromosikan kopi Indonesia yang sangat beragam dari berbagai daerah. Masyarakat kita sudah terbiasa minum di warung-warung kopi pinggir jalan, yang akhirnya ditandai munculnya kedai kopi branded baik yang lokal maupun yang internasional. Warung kopi tradisional ini tetap eksis khususnya bagi masyarakat kebanyakan,” katanya.

Bianca membeli segelas kopi hitam dari pedagang kopi yang bernama Salim (28 tahun). Dirinya merasa bangga, karena ternyata banyak masyarakat yang membeli kopi dari kedua pedagang tersebut. Sebelumnya, Bianca juga mengakui menghabiskan waktu di warung kopi pinggir jalan minggu lalu bersama temannya di kawasan Menteng.

Bianca Beatrice memberikan dukungan dan semangat kepada pedagang kopi pinggir jalan.
Bianca Beatrice memberikan dukungan dan semangat kepada pedagang kopi pinggir jalan.

Menurutnya, para pedagang kopi telah mempromosikan kopi di tanah air, meskipun mereka tidak mengetahui bahwa kopi Indonesia memiliki cita rasa terbaik di dunia dengan aneka rasa. Untuk menikmati secangkir kopi, tidak harus ke kedai kopi yang memiliki brand terkenal dengan harga yang tinggi. Cukup di warung kopi, masyarakat bisa menikmati cita rasa kopi Indonesia yang terkenal.

Dalam kesempatan ini Miss Coffee Indonesia juga sempat memberikan bantuan dana kepada pedagang kopi pinggir jalan sebagai wujud kepedulian mereka kepada pedagang kopi kecil.

Lisa Ayodhia menambahkan, Miss Coffe Indonesia ini menjalankan tugasnya selama satu tahun dan akan digantikan oleh para Miss yang akan dipilih pada bulan Mei 2013 yang akan dating. Miss Coffee Indonesia 2012 Bianca Beatrice, berhasil terpilih sebagai runner up 1 Miss Coffee International yang diselenggarakan di Kuta, Bali pada bulan Oktober 2012.

“Pemilihan Miss Coffee International tahun 2013 rencananya akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2013 di Prambanan, Yogyakarta dengan diikuti berbagai peserta dari seluruh dunia,” pungkas Lisa. (*)

Facebook Comments