November 18, 2018

Diprediksi Wisatawan Naik 20% ke Jateng Selama Lebaran

Borobudur
Borobudur

Semarang (Paradiso) – Jumlah arus kunjungan wisatawan pada musim libur Lebaran tahun ini yang diprediksikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan mencapai 3,6 juta orang atau tumbuh sekitar 20% dari realisasi moment tahun sebelumnya hanya sekitar 3 juta.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan optimisme tersebut di dorong lantara wilayah Jateng sebagian besar merupakan daerah tujuan utama mudik seirirng makin dikenalnya objek wisata di wilayah tersebut.

“Meskipun terdapat kekhawatiran atas aktivitas Gunung Merapi yang kembali menggeliat beberapa waktu terakhir akan berdampak pada kunjungan wisatawan didaerah sekitar Merapi, seperti Klaten, Boyolali dan lainnya. Namun kami tetap optimistis kunjungan wisatawan tetap tumbuh,” ujarnya.

Dikatakan, pihak Pemprov Jateng optimistis tingkat kunjungan wisatawan akan tumbuh 20% secara keseluruhan, meskipun dibeberapa daerah sekitar Merapi akan terdapat sedikit koreksi, akibat menggeliatnya aktivitas Merapi yang membuat beberapa daerah tertutup debu.

“Di beberapa daerah wisata sekitar Merapi pasti akan terkena dampak, namun demikian para wisatawan tetap akan memilih lokasi berlibur yang tidak akan terlalu jauh, yang masih dalam lingkup Jateng, sehingga secara jumlah tidak akan berubah,” katanya.

Ditambahkannya, sejumlah objek wisata andalan Jateng seperti Borobudur, Dieng, Nusakambangan, Karimunjawa, Sangiran, serta sejumlah destinasi wisata di Semarang dan Solo diharapkan mampu memberi kontribusi yang signifikan bagi terdongkraknya kunjungan. Maka dari itu kami telah menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Pariwisata masing-masing agar menyiapkan secara matang destinasi wisatanya, terutama dari sisi keamanan sarana prasarana serta pelayanannya.

“Persiapan yang matang terkait teknis infrastruktur dan keamanan sarana prasarana wisata akan sangat penting, sehingga tidak ada penggunaan fasilitas obyek wisata yang justru menimbulkan korban. Selain itu obyek-obyek wisata, baik yang dikelola BUMD maupun swasta diminta untuk menampilkan atraksi tambahan. Faktor kondusifitas lingkungan juga diharapkan tidak hanya mengandalkan kepolisian namun juga melibatkan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sementara itu, data kunjungan wisatawanJanuari- April dalam program Visit Jateng Year 2013 telah mencapai lebih dari lima juta orang untuk wisatawan nusantara, sementara wisatawan asing sekitar 55 ribu orang. Jumlah itu dipastikan akan terus meningkat, mengingat biasanya puncak arus kunjungan wisata terjadi pada Juli-Desember, dimana kurun waktu tersebut banyak musim liburan. (*)

Facebook Comments