November 18, 2017

Duaji & Guruji

I Dewa Gede Budjana, setelah berkarir sebagai pemain gitar lebih dari 30 tahun, ia mulai berpikir apa yang akan ia wariskan, bukan hanya kepada anak cucunya, tapi kepada dunia musik, setidaknya di Indonesia. Muncul gagasan untuk membuat museum gitar yang tidak hanya memeragakan gitar-gitar yang pernah ia gunakan, tapi juga berbagai gitar dengan cerita di belakangnya. Gagasan yang muncul karena kesadaran bahwa dirinyapun terinspirasi oleh gitaris hebat, baik orang Indonesia maupun gitaris hebat dari belahan dunia lainnya.

Gitaris yang telah menandatangani gitar yang akan diperagakan di museum tersebut, diantaranya Mike Stern, Pat Metheny, Ebiet G. Ade, Steve Vai, Allan Holdsworth, Bill Frisell, Mike Lukather, Ludwig Lemans, Robby Krieger, Michael Landau, Eross Candra, Scott Henderson, Michael Angelo Batio, Aria Baron dan Guthrie Govan.

Museum Gitarku di Ubud, Bali, akan menjadi museum gitar pertama di Indonesia.Museum ini juga merupakan anggota dari Wisesa Group. Ada banyak gitar yang akan dipamerkan di sana. Diantara gitar yang dipamerkan, mendapat sentuhan seni dari jagoan senirupa Indonesia, seperti Nyoman Nuarta, Joko Pekik, Sunaryo, Srihadi Soeharsono, Agus Suwage, Erica Hestu Wahyuni, Teguh Ostenrikt, Midori Hirota, Nyoman Meja, Runi Palar, Nyoman Gunarsa, dan banyak lagi.

1

Dalam rangka melengkapi koleksi gitar tersebut, John McLaughlin, seorang legenda gitar dunia yang dikenal sebagai pelopor gitar jazz rock/fusion dunia hadir untuk melengkapi koleksi gitar di museum tersebut. John McLaughlin adalah orang tua dan guru yang dihormati dan terus akan menjadi inspirasi bagi seorang I Dewa Gede Budjana.

John McLaughlin sedang dalam tur Australia-Asia bersama grupnya John McLaughlin &the 4th Dimension yang baru meluncurkan album terbarunya “Black Light” bulan September 2015. Bersamanya akan tampil Gary Husband, Ranjit Barot, dan Etienne ‘Mbappé. Tiga musisi yang disebut John McLaughlin sebagai musisi favoritnya.Penampilan John McLaughlin & the 4th Dimension pada tanggal 18 Oktober 2015 di Arma, Ubud, Bali, merupakan bagian dari road to Museum Gitarku.

John McLaughlin

Seorang Mahavishnu diantara pemain gitar. Pat Metheny mengatakan John McLaughlin terus menerus berevolusi di berbagai periode ia berkarir. McLaughlin dianggap sebagai major influence dalam komposisi genre musik fusion.Chick Corea di suatu wawancara di Majalah Downbeat mengatakan tidak pernah mendengar permainan seperti McLaughlin sebelumnya, dan betul-betul menginspirasi dirinya.Frank Zappa menganggap seseorang benar-benar bodoh bila tidak mengapresiasi teknik permainan McLaughlin.Sedangkan Jeff Beck menyebut John McLaughlin sebagai the best guitarist alive.

02

Sejak awal karirnya, gitaris yang lahir di Yorkshire, Inggris, pada tanggal 4 Januari 1942 ini, selain memainkan musik jazz, ia juga bermain di berbagai grup yang bermain musik R’nB dan funk. Ia juga terinspirasi oleh permainan gitar Jimmy Hendrix yang garang.

Pada tahun 1969, McLaughlin pindah ke Amerika Serikat atas ajakan drummer Tony Wiliams yang awalnya mendengar permain McLaughlin bersama Jack DeJohnette dan Dave Holland.Wiliams melibatkan McLaughlin di proyek prestisiusnya, the Tony Wiliams Lifetime. Dalam waktu singkat, McLaughlin sudah terlibat dalam pembuatan album “A Silent Way” milik Miles Davis. Album yang sudah memasukan unsur “electric” di rekaman musik jazz.Album ini juga ditengarai oleh kritisi musik sebagai awalan Miles menulis dan merekam musik fusion.Satu bulan kemudian, Agustus 1969, McLaughlin terlibat di album Miles lainnya, “Bitches Brew”. Rekaman ini menjadi bagian proses eksperimen Miles Davis yang dianggap sangat revolusioner. Kritisi menganggap musik di album ini seperti musik rock.Album “Bitches Brew” ini dianggap sebagai tonggak rekaman musik fusion.Dan di kedua rekaman tersebut gitaris yang amat menonjol permainannya adalah John McLaughlin, yang dua tahun kemudian (1971) membentuk grup Mahavishnu Orchestra.Grup yang dianggap sebagai pionir bagi gelombang musik fusion.

Konsep komposisinya adalah membaurkan berbagai genre musik dengan memadukan permainan semua instrument, termasuk electric guitar, biola, dan Mini Moog synthesizer di dalam satu ensemble. Di dalam permainannya ada ruang untuk permainan solo dan memasukan unsur high-volume electric rock yang biasa diraungkan oleh Jimmy Hendrix. Musiknya menjadi semakin kompleks, karena McLaughlin menggunakan ritme dari musik tradisional India, funk, dan dengan harmoni musik klasik Eropa.Grup Mahavishnu Orchestra mengalami dua periode aktif rekaman dan tur. Pertama pada 1971 hingga 1976, lalu pada tahun 1984 – 1987.

03

Menelusuri perjalanan bermusik John McLaughin amat seru dan beragam.Ia tak pernah berhenti mengeksplorasi kehidupan, spiritual, seni-budaya, dan musik itu sendiri. India dengan kehidupan seni-budaya dan spiritualnya menjadi bagian kehidupan McLaughlin sebagai pribadi, maupun sebagai musisi.Ia bukan hanya belajar musik tradisional India, tapi juga belajar memainkan beberapa alat musik India dari berbagai daerah. Shakti (dan kemudian Remember Shakti) adalah grup yang ia bentuk bersama musisi tradisi ternama India, diantaranya L. Shankar (biola), Zakir Hussain, (tabla), Ramnad Raghavan (mridangam), T.H. Vikki Vinayakram (ghatam), V. Selvaganesh (ghatam), U. Shrinivas (mandolin), dan penyanyi tradisional India, Shankar Mahadevan.Album grup Shakti (aktif tahun 1975 -1977) dan Remember Shakti (1997 –sekarang) banyak menjadi rujukan musisi fusion dan world music karena John McLaughlin bersama grupnya berhasil memadukan musik Euro-American dengan musik tradisional dari berbagai daerah India. Bukan hanya memadukan musik berbagai bangsa, namun ia juga membuka dan menularkan kecerdasan kreatif bagi musisi yang bermain dengan dirinya, dan musisi yang mengaguminya.

Eksplorasi dan eksperimen McLaughlin dengan musik India, tidak menghentikannya untuk memainkan musik yang lain. Simak musik dan permainannya bersama musisi seperti dengan gitaris Paco de Lucia, Larry Corryel (kemudian diganti oleh Al di Meola) yang menghasilkan dua album rekaman studio dan satu album live. Kolaborasi dengan Trilok Gurtu (drums dan tabla) dan bassist Jeff Berlin dan Kai Eckhardt menjanjikan perjalanan lain bagi ruang dengar pencita musik fusion. Ada lagi trio McLaughlin dengan Joey DeFrancesco (Hammond), baik saat bersama drummer Dennis Chamber, ataupun ketika pemain drums-nya Elvin Jones.Kedua grup trio ini menyajikan musik yang bertenaga yang berbeda lagi. Di album “Tokyo Live”, sebagian besar lagu yang dimainkan adalah karya John McLaughlin, kecuali lagu “No Blues” (Miles Davis), sedangkan di “After Rain”, mereka memainkan komposisi dari musisi jazz legendaris dunia.

04

Di album “Promise” yang dilansir tahun 1995, John McLaughlin menggamit pemain dari berbagai genre musik, mulai dari, diantaranya, Vinnie Colaiuta, Mark Mondesir, Jeff Beck, Pino Palladino, Michael Brecker, Trilok Gurtu, Nishat Khan, Zakir Husain, Paco de Lucia, hingga Sting. Dari tahun 2003 hingga tahun 2005, John McLaughlin bekerjasama dengan mantan muridnya yang telah menjadi komposer world contemporary music, Yan Maresz, untuk membuat sebuah educational projects yang diberi tajuk Europa. McLaughlin membuat semua komposisinya dan Yan Maresz menyusun orkestrasinya.Albumnya diberi judul “Thieves & Poets”. Kemudian disusul dengan DVD set box, “This is the Way I Do It”.

Sebelum membentuk grup John McLaughlin &the 4th Dimension pada tahun 2007, John McLaughlin mengeluarkan tiga album, “Industrial Zen” (2006),“Floating Point” (2008), dan album “Five Peace Band Live” (2009), dimana McLaughlin tampil live bersama Chick Corea, Kenny Garret, Christian McBride, dan Vinnie Colaiuta. Ketiganya adalah album mendapat kritik yang sangat baik.Bahkan album Five Peace Band Live memenangkan Grammy Award untuk Best Jazz Instrumental Album.

John McLaughlin, di masa mudanya pernah mengajari Jimmy Page beberapa teknik permainan gitar. Secara luas, ia dianggap inspirator bagi gitaris dunia, seperti Steve Morse, Mike Stern, Al Di Meola, Scott Henderson, Omar Rodriguez-Lopez, hingga gitaris hardcore punk, Greg Ginn.

Sepanjang karirnya hingga di usianya ke-73, John McLaughlin menghasilkan album solo, kolaborasi, dan live show sebanyak 47 album. Ia juga terlibat di 46 album musisi lainnya. Dan John McLaughlin tak sedikitpun terlihat akan mengurangi aktivitasnya dalam berkarya.

John McLaughlin &The 4th Dimension

Formasi awal grup ini adalah John McLaughlin (guitar), Gary Husband (keys), Mark Mondesir (drums), dan Hadrian Fereud (bass).Permainan formasi ini muncul di Official Pirate: The Best of the American Tour 2007.Pada tahun 2009, Etienne ‘Mbappé menggantikan Hadiran Fereud yang patah jari tangannya.Mereka meluncurkan album perdananya “To the One” pada tahun 2010.Disusul album “Now Here This” (2012) dimana drummer Ranjit Barot menggantikan posisi Mark Mondesir. Album John McLaughlin &the 4th Dimension yang ketiga adalah sebuah live recording, “The Boston Record” (2014).

Tur John McLaughlin &the 4th Dimension ke Australia-Asia dimulai dari tanggal 6 Oktober di Perth. Setelah berkeliling di empat kota di Australia, John McLaughlin & the 4th Dimension-nya akan tampil di Arma, Ubud, Bali, pada tanggal 18 Oktober, sebelum meneruskan tur ke kota-kota di Asia lainnya. Lebih menariknya, ini adalah tur pertama setelah mereka meluncurkan album keempat mereka, “Black Light”, yang mulai dapat dibeli pada tanggal 21 September Abstract Logix.

Gary Husband

Bagi kebanyakan pencinta musik di Indonesia, nama Gary Husband dikenal sebagai drummer grup Level 42. Padahal ia adalah salah satu musisi yang aktif di berbagai grup dan punya keunikan tersendiri. Husband banyak terlibat proyek musik karena kehebatannya bermain drums, maupun keyboard dengan sama baiknya.Suatu kombinasi kemampuan yang lumayan langka.

Instrumen pertama yang dikuasai Gary Husband adalah piano. Kemudian, ia tertarik bermain drums yang awalnya ia pelajari secara otodidak. Usia 13 tahun, Gary Husband mulai bermain musik secara profesional untuk kedua instrument yang ia kuasai. Pada usia 16 tahun, ia bermain sebagai full-time drummer. Itu tak berlangsung lama, karena pada usia 18 tahun, ia kembali bermain untuk berbagai grup sebagai drummer, maupun sebagai keyboardist.

05

Gary Husband dikenal kepiawaiannya dalam memainkan musik jazz, fusion, pop, rock, prog rock, funk, blues, dan klasik. Selain dipercaya untuk bermain instrument, ia juga sering membuat komposisi dan mengaransemen musik, termasuk untuk dimainkan dalam format big band.

Ada begitu panjang nama musisi yang pernah bekerjasama dan mempercayai kehebatan Gary Husband, sebutlah diantaranya Allan Holdsworth, Pat Evans, Billy Cobham, Andy Summers, Randy Brecker, Bob Berg, Mike Stern, Gary Moore, Jerry Goodman, Al Jarreau, dan tentu saja John McLaughlin yang menarik dia untuk rekaman album “Industrial Zen”, lalu tampil bersama di Chicago Eric Clapton Crossroad Festival 2007. Sampai akhirnya membentuk John McLaughlin & the 4th Dimension.Tahun 2014, Gary Husband memperkuat barisan musisi album Dewa Budjana yang berjudul “Surya Namaskar”.

Etienne ‘Mbappé

The bass player with gloves”, begitu orang sering mengenalinya.Etienne ‘Mbappé memang selalu mengenakan sarung tangan sutera berwarna hitam saat bermain bass.Tapi bukan itu yang membuatnya terpilih oleh Salif Keita, Joe Zawinul, Ray Charles, Robben Ford, Bill Evans, ataupun John McLaughlin untuk menjaga rhythm di band mereka.‘Mbappé, selain mahir memainkan bass sebagaimana bassist lainnya, ia juga punya keunikan dengan bunyi rhythm Bikutsi-Makossa-Asiko-Mangambeu-Bolobo-Mbayayang berasal dari tanah kelahirannya, Kamerun.

Lahir di kota Douala, Kamerun, lalu pindah ke Perancis pada usia 14, Etienne ‘Mbappé, meski sempat belajar memainkan contra bass untuk musik klasik, ia mempelajari permainan electric bass secara otodidak. Tidak hanya bermain bass dengan permainan solo yang ciamik, ‘Mbappé kerap menyelipkan scatting bunyi-bunyian dengan rhythm musik Afrika.

Etienne ‘Mbappé yang akrab disingkat menjadi ATN oleh teman-temannya, telah meluncurkan tiga album solo, “Misiya” (2004), “Su La Také” (2008) dan “Pater Noster” (2013).

Ranjit Barot

Lahir tahun 1955, sebagai putra penari klasik Kathak style, Sitara Devi, membuat Ranjit Barot sejak kecil sudah mengenal dan melihat permainan maestro musik tradisional India, seperti Zakir Hussain, Vilayat Khan, Rais Khan, dan Alla Rakha, dari dekat. Mereka kerap berlatih di rumah orangtua Ranjit Barot. Meski demikian, Barot memilihdrums sebagai instrumen andalannya. Tidak main-main, pada umur 17 tahun, Barot sudah menjadi drummer yang menonjol di India dan tampil di berbagai festival jazz di Eropa.

Di tahun 1980-an, Ranjit Barot aktif sebagai pemain, penyanyi, komposer, dan produser bagi banyak rekan musisi, maupun bagi industri film India yang amat produktif itu, termasuk dengan A.R. Rahman.Dalam permainannya, Barot berhasil memadukan rhythm musik tradisi India dengan permainan musik moderen.Ia mengatakan John McLaughlin dan Zakir Hussain sebagai dua inspirator terbesarnya. Keduanya ikut bermain di album “Bada Boom” milik Ranjit Barot. Permainan Ranjit Barot bersama John McLaughlin bisa didengar mulai dari album “Floating Point”, sebelum ia mengganti posisi Mark Mondesir di John McLaughlin & the 4th Dimension. Tidak hanya menggebuk drums, Ranjit Barot sering mendemonstrasikan kemampuan melakukan Konokol, sebuah teknik vokal mengikuti suara perkusi India, saat melakukan solo drums.

John McLaughlin & the 4th Dimension memang unik.Selain kehebatan permainan John McLaughlin yang tidak perlu dipertanyakan lagi, grup ini diperkuat oleh jagoan rhythm, selain Etienne ‘Mbappé dan Ranjit Barot, Gary Husband meski bermain keyboard, tapi ia seorang drummer hebat. Belum lagi, Etienne ‘Mbappé yang membawa rhythm musik tradisional Kamerun dan Ranjit Barot dengan rhythm musik tradisional India, band ini menyajikan musik unik dengan cara yang luar biasa. Sebuah jalinan musik yang terinspirasi dari warisan seni bermusik nenek moyang manusia di bumi, untuk menginspirasi dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Penampilan John McLaughlin & the 4th Dimension akan didampingi oleh I Dewa Gede Budjana yang tampil bersama Yandi Andaputra, Shadu Rasjidi, Saat, dan Martin Siahaan, menampilkan format album “Hasta Karma”. Sebuah penampilan cantik dari musik fusion dengan akar musik tradisi Indonesia.

Facebook Comments