December 18, 2017

Garuda Targetkan 45 Juta Penumpang pada 2015

Jakarta (Paradiso) – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang sebanyak 45 juta penumpang pada 2015 atau naik 104,54% bila dibandingkan target penumpang 2012 sebesar 22 juta penumpang.

Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengatakan target perolehan penumpang pada 2015 tersebut terdiri dari 35,20 juta penumpang Garuda Indonesia dan 9,8 juta penumpang Citilink, unit bisnis low cost carrier PT Garuda Indonesia.

“Usaha yang dilakukan PT Garuda Indonesia agar target tersebut bisa tercapai adalah dengan melakukan penambahan armada yang dilakukan setiap tahun. Pada 2012, perseroan berencana mendatangkan sebanyak 22 pesawat,” ujarnya.

Dikatakan, sebanyak 11 pesawat yang akan dioperasikan sendiri terdiri dari empat Boeing 737-800NG, dua Airbus A330-200, dan lima pesawat sub-100 CRJ1000NG. Sementara 11 pesawat lainnya akan dioperasikan oleh Citilink, terdiri dari 10 Airbus A320-200 dan satu Boeing 737-300.

“Lima pesawat sub-100 CRJ1000NG akan tiba pada Oktober. Di sisi lain, PT Garuda Indonesia juga akan membuka rute-rute baru serta menambah frekuensi. Sepanjang 2012, perusahaan pelat merah tersebut akan membuka rute-rute baru dari berbagai hub antara lain dari hub Medan akan dibuka rute penerbangan Medan-Penang, Medan-Batam, Medan-Palembang, Medan-Palembang–Pekanbaru, dan Medan–Surabaya,” katanya.

Ditambahkannya, kemudian dari hub Denpasar akan dibuka rute Denpasar–Balikpapan.Sementara dari hub Balikpapan dibuka rute penerbangan Balikpapan–Yogyakarta. Setelah itu Garuda juga akan membuka rute penerbangan Balikpapan–Denpasar, dan berbagai rute lainnya, termasuk pengembangan rute di hub Makassar.

“Kita butuh dukungan infrastruktur bandara untuk menampung jumlah armada yang terus bertambah setiap tahun, sehingga target 45 juta penumpang dapat tercapai. PT Garuda Indonesia juga menargetkan perseroan masuk dalam jajaran maskapai dunia berbintang lima pada 2014. Saat ini, Garuda Indonesia, maskapai bintang empat. Saat ini, hanya maskapai bintang lima hanya ada enam di dunia,” ungkapnya.

Sementara Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyebutkan, selain berhasil meningkatkan pendapatan, perseroan juga membukukan laba bersih 2011 sebesar Rp 808,66 miliar, naik 56,06% dibandingkan realisasi laba bersih 2010 yang sebesar Rp518,15 miliar.

Perolehan laba bersih tersebut ditopang oleh kebijakan efisiensi biaya operasional, salah satunya dengan menghentikan operasi (phase out) 17 pesawat usia tua sepanjang tahun lalu.

“Sepanjang 2011, jumlah penumpang domestik berjumlah 13,90 juta dan internasional sebanyak 3,20 juta. Sedangkan pada 2010 jumlah penumpang domestik sebanyak 9,86 juta dan internasional sebanyak 2,65 juta. Pada tahun itu juga, Garuda mendatangkan 11 pesawat baru terdiri dari dua unit Airbus A330-200 dan sembilan Boeing 737-800NG, sehingga total pesawat yang dioperasikan selama 2011 yaitu sebanyak 88 pesawat dengan rata-rata umur pesawat 6,5 tahun,” ujar Emirsyah. (*)

Facebook Comments