Gebyar Pariwisata Bandar Lampung, Promosikan Potensi Lampung

Sapta Nirwandar (kiri) menerima cinderamata dari Walikota Bandar Lampung saat gelaran Gebyar Pariwisata Bandar Lampung di Hotel Sahid, Jakarta.

Jakarta (Paradiso) – Lampung menyimpan berbagai potensi pariwisata yang cukup memikat, misalnya Way Kambas, gunung Krakatau, pantai Tanjung Setia dan juga keanekaragaman budaya yang dimilikinya. Melalui gelaran Gebyar Pesona Budaya Pariwisata Bandar Lampung diharapkan potensi tersebut akan lebih dikenal dunia.

Pemda Bandar Lampung bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar acara malam Gebyar Pesona Budaya Bandar lampung di Puri Agung, Hotel Grand Sahid, Sudirman, Jakarta, Rabu malam (25/4/2012).

Acara yang ramai didatangi para duta besar ini diharapkan bisa mengenalkan lebih dalam potensi pariwisata Lampung ke dunia. Duta besar dari Equador, Cuba, Jerman, Tunisia, Palestina, Somalia dan Serbia turut meramaikan acara ini. Atase kebudayaan, tokoh-tokoh kebudayaan, masyarakat pemerhati budaya dan para pecinta budaya Lampung pun turut hadir dalam acara ini.

Seperti diketahui, Lampung sangat potensial dalam hal pariwisata dan ekonomi kreatif, ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar. Ia mengungkapkan ada 2 hal utama kenapa Lampung sangat potensial.

“Lampung sangat potensial karena ada ikon-ikon yang sudah kuat dan ada objek wisata alam yang kini sedang ramai diperbincangkan,” ujar Sapta Nirwandar dalam sambutannya.

Ikon-ikon tersebut adalah Gajah, Gunung Krakatau dan Tapir. Hampir semua orang akan menyebut Way Kambas saat mendengar kata Lampung. Sebagai salah satu gunung berapi aktif, Krakatau sudah dikenal hingga mancanegara. Kala mendengar Lampung, orang-orang pun akan segera ingat gunung ini.

Wisata alam Lampung yang sedang hangat dibicarakan adalah pantai Tanjung Setia untuk kegiatan surfing. Deretan pantai di Lampung Barat ini telah diakui para surfer profesional sebagai salah satu pantai dengan ombak terbaik di dunia. Kawasan yang terkenal sebagai kampung para surfer adalah Krui di Lampung Barat.

“Acara ini jadi media informasi bagi orang lain untuk mengenal Lampung lebih dalam dan dekat,” ungkap Sapta.

Untuk lebih mengobarkan semangat traveling para undangan, acara ini menampilkan kesenian khas yang memukau. Penampilan tarian tradisional, disambung dengan penampilan musik dan sastra tutur Lampung berhasil membuat para undangan berdecak kagum. Acara pamer budaya ini dilengkapi dengan fashion show yang menampilkan batik dan kain tenun khas Lampung. (*)

Facebook Comments