December 18, 2017

Henri Giscard d’Estaing Tertarik Investasi di Lombok

Henri Giscard d’Estaing
Henri Giscard d’Estaing

Jakarta (Paradiso) – Henri Giscard d’Estaing, putra dari mantan Presiden Perancis periode 1974-1981 Giscard d`Estaing, melirik potensi pengembangan resort esksotik di kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemilik Club M’diterrane atau yang lebih dikenal dengan Club Med itu, bahkan menyatakan bersedia bermitra dengan PT BTDC, PT MNC Land Tbk dan PT Gobel Internasional, untuk membangun dan mengelola hotel eksotik di kawasan Mandalika, setelah meninjau lokasi belu lama ini.

Menurut Henri mengatakan sekarang bagaimana memulai proyek ini dengan serius dan berkualitas, dan BTDC sudah buat resort di Bali, MNC Land yang sudah berpengalaman dalam mengembangkan area dan berkelas internasional, dan Globel Internasional yang juga pemain utama di negeri ini.

“Saya datang dari Perancis dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, setelah 15 jam penerbangan dan kemudian saya melanjutkan penerbangan ke Pulau Lombok, NTB ini, untuk peninjauan lokasi. Saya didampingi CEO Club Med Asia Tenggara Heidi Kunkel, serta membawa konsultan dan desainer hotel eksotis Perancis,” ujar Henri.

Dikatakan, Club Med amat mementingkan mitra bisnis, sehingga dimana pun akan menggeluti usaha perhotelan dan resort itu, perusahaan Perancis itu tetap mengutamakan kualitas mitra. Kami dari Club Med sebagai operator internasional di bidangnya, sangat penting untuk mendapatkan partner yang sesuai dengan pengalaman yang sudah banyak dan mampu bekerjasama.

“Dimana pun kami berada kami ingin selalu yang terbaik di setiap negara. Saya baru saja dari Shanghai, China, dan telah memutuskan bermitra dengan salah satu perusahaan terbaik di China. Untuk Lombok, NTB (Indonesia), Club Med yang telah berdiri sejak 1950, akan mengembangkan destinasi wisata yang relatif berbeda dengan yang sudah dikembangkan di negara lain,” katanya.

Ditambahkannya, beda dengan negara lain. Misalnya di Meksiko ada Cancun (wisata pantai) yang telah menjadi destinasi wisata terbesar di Amerika. Juga di Tunisia dan Maroko, dan beberapa tempat lainnya, juga dengan partner seperti yang Club Med tetapkan di Indonesia.

Di Indonesia, Club Med sudah beraktivitas sejak 30 tahun silam, dengan resort pertama yakni Club Med Bali dan tergolong paling sukses, kemudian yang yang kedua Club Med Ria Bintan, di Provinsi Kepulauan Riau, yang relatif dekat dengan Singapura, yang pengelolaannya dimulai sejak 13 tahun lalu, dan juga suskes.

“Bila kami sudah berhasil membuat dua Club Med di Indonesia yakni Bali dan Ria Bintan, maka mengapa tidak membuat yang ketiga (di Lombok). Saya berniat untuk membuat model pemilik pengembangan resort yang unik di Lombok. Club Med di Lombok nantinya harus unik karena sudah cukup banyak destinasi turis di berbagai negara termasuk di Asia Tenggara, agar para wisatawan merasa eksklusif untuk berada di Lombok,” ungkapnya.

Dijelaskannya kembali, saya percaya, budaya dan potensi yang ada di Lombok, akan dibuat menjadi sesuatu yang unik dan menarik. Saya juga percaya bila Lombok bisa mengedepankan potensinya maka pasti akan menjadi destinasi yang utama. (*/ant)

Facebook Comments