December 18, 2017

Indonesia Bersiap Gelar ‘Wayang World Puppet Carnival 2013’

wayangJakarta (Paradiso) – Indonesia bersiap menjadi tuan rumah pagelaran wayang internasional bertajuk “Wayang World Puppet Carnival” pada 4-6 September 2013 mendatang, festival ini akan diikuti kurang lebih 40 negara termasuk Indonesia.

“Sebelum acara puncak, selama Juli-Agustus akan kami gelar pertunjukan bernama Wayang Goes to Mall di lima pusat perbelanjaan di Jakarta. Semacam kegiatan pemanasan,” kata Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Ekotjipto di Jakarta.

Dijelaskan, Indonesia terpilih sebagai tuang rumah karena selain memiliki ragam wayang terbanyak di dunia, juga menjadi satu-satunya negara yang wayangnya mendapat pengukuhan dari UNESCO sebagai warisan mahakarya budaya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur. Acara ini digelar Pepadi bekerja sama dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo.

“Karena itu, Indonesia seakan-akan memiliki kewajiban untuk terus melestarikan wayang agar tidak punah tergerus zaman,” ucap Ekotjipto

Ekotjipto menjelaskan, wayang sudah ada di Indonesia sejak zaman animisme untuk pemujaan nenek moyang. Dalam proses perkembangannya, kini sedikitnya ada 100 jenis wayang di Indonesia.

Disebutkan, wayang yang hingga kini masih bertahan dan digemari masyarakat antara lain wayang kulit purwa Jawa dengan berbagai gaya (mulai dari Surakarta, Yogyakarta, jawa timuran, banyumasan, Cirebon, dan Betawi), wayang golek purwa Sunda, wayang purwa Bali, dan wayang Sasak (Lombok).

Ekotjipto menilai, pergelaran wayang sebenarnya tontonan menarik dan penuh estetika. Wayang juga mempunyai potensi yang sangat besar bagi perkembangan kebudayaan, ekonomi kreatif, dan pariwisata. “Sayangnya, potensi ini belum maksimal digali,” katanya.

Kegiatan lain mewarnai WWPC 2013 adalah digelarnya seminar bertema “Puppets in the 21st Century” dan lokakarya bertema “Wayang Heritage of UNESCO” dan pergelaran wayang Indonesia oleh dalang-dalang kondang seperti Ki Anom Suroto, Ki Manteb Sudarsono, dan Asep Sunandar.

“Puncak kegiatan selama satu minggu dibulan September akan diisi lebih dari sedikitnya 83 pertunjukkan, pemutaran film dan video. Selain itu juga akan digelar satu seminar dengan tema ‘Puppets in the 21st Century’ dan satu lokakarya dengan tema ‘Wayang Heritage of UNESCO’.

Karya para peserta yang dipagelarkan akan mendapatkan penghargaan dan jurinya terdiri dari lima orang yaitu: Jerry Bickel (Amerika Serikat), Rod Petrovic (Czech Republic), Mari Boyd (Japang), Meddal Sid Achmed (Afrika), dan DR. Suyanto dari Indonesia. (*/tri wibowo)

Facebook Comments