December 14, 2018

Indonesia Optimis Juarai Miss Coffee International 2014

miss coffeeJakarta (Paradiso) – Karlina Damiri Chandra, Ketua Pelaksana Miss Coffee Internasional, mengatakan bahwa peluang Indonesia menjadi pemenang di ajang “Miss Coffee International” sangat besar.

“Miss Coffee Indonesia yang baru saja terpilih tahun ini pintar dan kreatif sehingga kami yakin dengan peluang Indonesia di ajang ini,” ujar Karlina Chandra saat Acara Sosialisasi Penyelenggaraan “Miss Coffee International” di Hotel Darmawangsa Jakarta, Kamis (3/10).

Diakui Chandra, Miss Coffee sebagai ambassador selain cantik dan menarik harus memiliki intelegensi yang tinggi.

Di tahun 2012, Indonesia berhasil mendapat gelar runner up yang diraih oleh Bianca Beatrice. Sedangkan, pada tahun 2014 nanti Indonesia akan diwakili oleh Elizabeth Priscillia dari Provinsi Sumatera Utara. Nantinya ia akan bersaing dengan dengan Miss Coffee dari sembilan belas peserta negara lain. Negara asia tenggara yang ikut mengikuti ajang ini adalah Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Vietnam.

“Elizabeth baru-baru ini sudah terjun langsung untuk melihat penangkaran luwak, karena itu kami yakin bukan hanya masalah kopi tapi ia sudah paham betul mengenai pembudidayaan kopi tersebut,” ujar Karlina menjelaskan. Ia juga menerangkan bahwa Miss Coffee Indonesia tahun ini adalah pribadi yang senang menulis sehingga banyak pikiran-pikiran dan inovasi yang bisa di dapat darinya. Elizabeth pun sudah gencar melakukan promosi kopi Indonesia ke Perancis, Jerman, dan Korea.

Jika Indonesia berhasil memenangkan kontes ini maka peluang dikenalkannya kopi Indonesia khususnya kopi luwak akan semakin besar. Apalagi kopi saat ini merupakan komoditi nomor dua di bawah sektor migas. Indonesia juga merupakan produsen kopi terbesar ketiga di dunia di bawah Brazil dan Vietnam.

“Kami harapkan nantinya ia berhasil membuat orang Indonesia untuk lebih peduli kepada kopi,” tuturnya.

Diundur Februari 2014

Setelah direncanakan akan digelar pada bulan Oktober 2013 ini, “Miss Coffee International 2013” secara resmi diundur tahun depan tepatnya ke tanggal 21 Februari 2014.

“Karena sudah padatnya jadwal di tahun ini jadi kami memutuskan untuk memindahkan waktu pelaksanaan Miss Coffee Internasional ke tahun depan,” Karlina Damiri Chandra.

Karlina Damiri Chandra
Karlina Damiri Chandra

Ia mengatakan adanya APEC membuat semua mata terkonsentrasi kepada ajang itu, sehingga dikhawatirkan apabila tetap diadakan pada bulan ini pelaksanaan ajang Miss Coffee Internasional akan kurang mendapat perhatian. “Semua orang sedang sibuk mengurusi APEC,” tambahnya.

Karlina berpendapat bahwa ajang ini bukanlah ajang yang bisa dikerjakan dengan setengah-setengah karena membawa misi untuk mengenalkan kopi Indonesia ke mata dunia. Ia juga mengkhawatirkan isu-isu yang tidak baik terhadap Miss World baru-baru ini akan mempengaruhi acaranya juga.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya tahun depan “Miss Coffee International” tidak akan menggunakan bikini sebagai salah satu busana yang ditampilkan.

“Kita membawa para kontestan ke Indonesia tujuannya adalah untuk lebih mengenal Indonesia, karena itu batik juga menjadi busana yang akan kami kenakan disana,” tambah Karlina.

Sebelumnya, Miss Coffe pertama berhasil dilaksanakan di Indonesia dan menghadirkan Cathrine Ramirez dari Republik Dominika sebagai pemenangnya. Karena kesuksesannya di tahun pertama maka tahun ini akan diadakan kembali Miss Coffee Internasional untuk kali kedua, namun diundur karena alasan di atas.

Untuk ajang yang kedua ini “Miss Coffee International” akan diadakan di Yogyakarta mulai tanggal 21 Februari 2014 – 2 Maret 2014. Yogyakarta dipilih sebagai tempat berlangsungnya ajang ini karena merupakan pusat wisata nomor dua di Indonesia setelah Bali. (bowo)

Facebook Comments