January 22, 2018

IPMI Trend Show 2013 Akan di Gelar di Gandaria City Mall

IPMIJakarta (Paradiso) – Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) yang didukung oleh PAC by Martha Tilaar dan Metro Department Store tahun ini kembali menggelar IPMI Trend Show 2014 dalam rangakaian Bazaar Fashion Festival di Skeeno Hall, Gandaria City, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari ( 8 -9/10) akan disajikan dengan tema pokok “Reinforcement”.

“Reinforcement artinya pengukuhan, pengukuhan sebuah segitiga yang terdiri dari IPMI sendiri, Harper’s Bazaar, dan Aida Nurmala. Dengan pengukuhan ini kami juga membuat positioning sebagai organisasi desainer-desainer busana kelas premium,” ujar Kepala Humas IPMI Era Soekamto.

Selain bersinergi dengan majalah Harper’s Bazaar, IPMI Trend Show 2014 turut menghadirkan karya tiga desainer yang baru saja bergabung dengan IPMI, yaitu Mel Ahyar, Danny Satriadi, dan Yogie Pratama.

Pada kegiatan tersebut karya ketiganya akan bersanding dengan karya 11 desainer IPMI lainnya seperti Tuty Cholid, Syahreza Muslim, Carmanita, Liliana Lim, Denny Wirawan, Kanaya Tabitha, VOTUM (Sebastian Gunawan dan Christina Panarese), Era Soekamto, Barli Asmara, Sutanto Danuwidjaja, dan Priyo Oktavino.

“Perbedaan-perbedaan tersebut adalah semacam manifestasi evolusi IPMI, yang telah berdiri sejak tahun 1986, untuk memantapkan dan menyempurnakan dirinya sebagai organisasi fashion yang sustained (berkelanjutan) untuk menetapkan standar fashion di Indonesia”, jelasnya.

Untuk memantapkannya, IPMI turut menggandeng Aida Nurmala sebagai Business Director yang nantinya bertanggungjawab untuk mengorganisir segala peluang bisnis, baik yang berskala nasional maupun internasional, yang datang untuk para desainer IPMI.

“Para desainer akan menampilkan karya-karya berdasarkan tiga tema tren, yaitu Historical Value, Structuralism, dan Future State. Tiga tren itu dipilih berdasarkan consumer behavior dan buku tren fashion Premiere Vision, dan Printemps di Milan, Paris, dan lain-lain,” paparnya.

Menurutnya ada satu pengalaman kalau mengadaptasi langsung tren dari luar, local content di Indonesia tidak mengena karena consumer behavior-nya berbeda. (evi)

Facebook Comments