October 19, 2018

Jayapura Yang Menawan

Danau sentani

Apa yang Anda bayangkan ketika menyebut kata Papua?, banyak hal yang membayangi pikiran kita. Provinsi yang berada di ujung Timur Indonesia ini memang mempunyai sejuta pesona keindahan alamnya. Dan, banyak orang belum mengetahui keindahan itu. Walau banyak kabar yang mengatakan bahwa Papua itu tidak aman, tidaklah seluruhnya benar.

Ada pepatah lama yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, maka untuk Papua kita harus melihatnya secara dekat karena keramahan penduduk dan keindahan alamnya sangat indah. Beruntung bagi saya, belum lama ini diberi kesempatan mengunjungi ibukota Papua, Jayapura bersama rombongan Direktorat Promosi Dalam Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Danau Sentani menjadi pemandangan indah pertama yang akan menyapa Anda saat tiba di Papua. Penerbangan dari Jakarta menuju Kota Jayapura menempuh waktu yang lumayan lama, kurang lebih sekitar 6 jam. Tentu lamanya perjalanan ini akan membuat Anda letih tapi tenang saja karena 15 menit sebelum mendarat di bandara kita pemandangan indah dari balik jendela pesawat akan memanjakan mata kita yang tentu membayar keletihan atas lamanya perjalanan.

Anda bisa melihat keindahan Danau Sentani dari atas. Sebuah pemandangan yang amat sayang bila melewatkannya karena ini hanya bisa kita lihat dalam waktu beberapa menit saja. Hamparan air dan rumput-rumput hijau di sekeliling Danau Sentani tampak seperti sebuah lukisan yang menegaskan bahwa Papua benar-benar indah. Anda juga bisa melihat ada beberapa pulau yang berada di tengah-tengah Danau Sentani dan nelayan yang sibuk dengan aktifitas pelayarannya.

Tidak lama setelah melihat pemandangan indah itu, pesawat mendarat di Bandara Sentani, Jayapura. Inilah pintu gerbang menuju ibu kota provinsi Papua. Memang semenjak zaman reformasi yang sering terjadi pemekaran daerah-daerah, Bandara Sentani ini pun masuk ke Kabupaten Sentani.

Jarak yang akan kita tempuh untuk menuju Kota jayapura adalah sekitar 45 menit melalui perjalanan darat. Sedangkan untuk lokasi Danau Sentani sendiri, memang berada di dekat bandara. Boleh dibilang Bandara Sentani itu berada di Danau sentani itu sendiri.

Danau Sentani menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitarnya.

Danau terluas di Papua ini merupakan danau vulkanik yang berada pada ketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan laut. Tanaman pandan dan sagu tumbuh di sekitar perairan dangkal. Luasnya sekitar 9.360 Ha dengan kedalaman rata rata 24,5 meter. Di sekitar danau ini juga terdapat 24 kampung.

Jika Anda memiliki waktu yang lebih banyak, sebaiknya setelah mendarat di Bandara Sentani cobalah untuk sejenak bersantai di tepi Danau Sentani, walau hanya sekadar untuk menikmati segelas kopi. Banyak tempat-tempat yang dapat digunakan untuk menikmati Danau Sentani. Salah satunya keberadaan Restoran Yougwa, restoran ini menyajikan beragam macam kuliner khas Papua. Mulai bermacam olahan ikan danau Sentani sampai Papeda, masakan khas Papua yang terbuat dari sagu dan ikan kuah kuning.

Selain bisa melihat keindahan Danau Sentani, jika beruntung Anda juga bisa melihat burung-burung yang terbang bebas di sekeliling Danau Sentani ini. Dan, yang paling pasti semilir angin dan segarnya udara akan menambah kenyamanan saat menikmati Danau Sentani.

Karena keindahannya, setiap tahun di danau ini pemerintah setempat mengadakan Festival Danau Sentani. Pagelaran acara seperti ini juga merupakan bentuk perhatian pemerintah setempat terhadap salah satu objek pariwisata daerah. Salah satu tujuan mengadakan festival ini adalah untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Papua dan singgah di Danau Sentani, serta meningkatkan kreatifitas dari masyarakat setempat. Festival Danau Sentani menyajikan beragam kekayaan budaya, adat istiadat dan kearifan lokal suku-suku yang berada di provinsi Papua. Kampung-kampung disekitar Danau Sentani dipastikan ikut ambil bagian juga dalam festival ini.

Monumen Jenderal Douglas MacArthur

Monumen Jenderal Douglas MacArthur.

Masih di Jayapura sempatkanla Anda untuk mengunjungi Monumen Jenderal Douglas MacArthur. Bangunan ini terletak 39 kilometer dari Jayapura dan dapat dijangkau dengan berbagai macam kendaraan dalam 35 menit. Jalur angkutan umum yang dapat digunakan yaitu Pasar Sentani-Ifar.

Monumen ini merupakan simbol bangsa Amerika dan Angkatan bersenjata Sekutu yang berkuasa di Papua dibawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur pada Perang Dunia II. Pada waktu itu sang Jenderal membangun markas besar Perang Pasifik Barat di Hollandia (sekarang Jayapura). Monumen tersebut dibangun untuk memperingati keberhasilan Jenderal MacArthur dengan sumpahnya yang terkenal “Saya akan kembali” yang dipahat pada kaki monumen.

Monumen ini berdiri di puncak bukit Pelwai Mogho dan sekarang dikenal sebagai Ifar Gunung pada ketinggian 325 meter di atas permukaan air laut dan dibangun oleh masyarakat Sentani.

Berdasarkan catatan sejarah, Jayapura yang dulunya bernama Hollandia, dijadikan markas pertahanan tentara sekutu untuk menyerbu Kepulauan Admirally dan menetralisir basis pertahanan Jepang di Rabaul, Papua New Guinea (PNG) tahun 1944.

H Eksan, salah seorang pengunjung monumen sedang membaca sejarah Jenderal MacArthur di pos informasi monumen.

Sementara itu, penempatan markas di Jayapura membuahkan kesuksesan bagi sekutu dengan dibebaskannya New Guinea atau Papua dari pihak Jepang oleh sekutu yang berlangsung kurang dari tiga bulan, yaitu sejak 22 April hingga 30 Juli 1944. Pada 6 Juni 1944, operasi militer sekutu pimpinan Mac Arthur dinyatakan selesai. Selanjutnya, Hollandia dijadikan sebagai Markas Besar Pasifik Barat Daya, Pusat Angkatan Udara dan Angkatan Darat Sekutu.

Dari tempat ini terhampar pemandangan yang sangat indah menghadap ke lembah yang luas dengan Panorama Danau Sentani yang berlatar belakang Pegunungan Nimboran. Terlihat jelas juga pesawat yang take off maupun landing di Bandara Sentani. Anda akan takjub dengan keindahan panorama alam yang terbentang luas di bawahnya. Untuk bisa masuk kesana harus melalui daerah pos penjagaan Rindam XVIII/Trikora, dan harus menitipkan salah satu KTP sebagai tanda berkunjung ke monumen Jenderal MacArthur.

Pantai Tablanusu yang Unik

Pantai Tablanusu yang indah.

Jika Anda bosan dengan pemandangan danau dan bukit silahkan mengunjungi Pantai Tablanusu. Nama pantai ini disebut Tablanusu karena memang berada di Desa Tablanusu, yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Jayapura Anda akan tiba di pantai Tablanusu. Para pengunjung rata-rata datang dengan mobil pribadi. Yang menarik, semua mobil wajib parkir di tempat parkir yang sudah tersedia. Kondisi ini membuat pantai tidak menjadi semrawut oleh kendaraan-kendaraan.

Tidak sia-sia menempuh perjalanan hampir mencapai 100 km ini sejak dari Kota Jayapura. Pantainya memberikan pemandangan yang luar biasa indah. Warganya juga ramah dan siap membantu para wisatawan. Kebersihan juga dijaga di sekitar pantai.

Ada yang unik di Tablanusu yang mungkin Anda tak habis berpikir bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Di pantai Tablanusu, anda tidak akan menemukan pasir melainkan hamparan kerikil koral dan bebatuan hitam yang berbentuk bulat serta lonjong dengan permukaan yang halus, sampai ke dasar air pun kita masih dapat merasakan keberadaan batu-batu tersebut.

Seluruh permukaan tanah tertutup batu kerikil dari bibir pantai hingga ke perkampungan penduduk.

Hampir seluruh permukaan desa yang luasnya kurang lebih 230 Ha, tertutup oleh batuan alam hitam dengan ukuran kecil dan akan menimbulkan suara apabila Anda melangkah di atasnya. Bagi warga setempat akan sangat mudah mengenali pendatang baru di desa tersebut hanya dengan mendengarkan suara gesekan batu-batu tersebut. Mereka seolah telah menemukan teknik tersendiri untuk berjalan di atas batuan itu sehingga tidak menimbulkan bunyi yang berisik.

Pantai yang berjarak 100 km dari kota Jayapura ini, anda dapat berjalan-jalan sepanjang pantai dengan bertelanjang kaki untuk menikmati pijatan refleksi gratis dan sungguh luar biasa. Tersedia juga tempat penginapan seperti bungalow dengan tarif yang cukup bervariasi.

Di Desa Wisata Tablanusu juga terdapat berbagai fasilitas, seperti pemandu wisata, gereja, persewaan perahu, pasar ikan, dan warung yang menyediakan aneka makanan, minuman, dan suvenir khas masyarakat setempat.

Akomodasi juga telah tersedia bagi wisatawan yang ingin menginap di Tablanusu.

Jangan khawatir dengan ombaknya, ombak di pantai ini relatif tenang karena posisi pantai yang merupakan teluk kecil. Bagi anda yang belum pernah naik perahu, jangan sia-siakan momen ini, anda dapat menyewa perahu untuk mengintari pantai Tablanusu sekitar tiga puluh menit perjalanan.

Kelebihan dari pantai ini adalah lokasi snorkeling yang cukup menjanjikan pemandangan eksotik. Laut dengan gradasi warna ini menyimpan banyak keindahan bawah laut yang sayang jika anda lewatkan.

Aneka jenis karang serta hewan laut seperti bintang laut dan aneka ikan hias yang lucu dan unik, memanjakan setiap mata yang menatapnya. Untuk bisa menikmati itu, anda tak perlu harus berenang jauh ke tengah laut. Cukup hanya beberapa meter dari bibir pantai.

Dalam kesehariannya, mata pencaharian masyarakat Kampung Tablanusu yang paling dominan adalah nelayan. Oleh karena itu masyarakat setempat sangat menghargai dan menjunjung tinggi alam dengan menjaga kelestariannya. Nah…bagi Anda yang belum pernah mengunjungi Papua, silahkan mencobanya. (*)

Facebook Comments