August 17, 2018

Kemeriahan Festival Legu Gam

Legu Gam atau pesta rakyat berasal dari tradisi adat istiadat Maluku Utara. Secara historis pesta rakyat yang melibatkan pihak kerajaan / kesultanan ini dilakukan dalam bentuk tari-tarian atau biasa disebut Tarian Legu. Pada tahun ini, Festival Legu Gam akan digelar pada 2-16 April 2012 di Lapangan Ngaro Lamo, Kelurahan Letter C, Kota Ternate, Propinsi Maluku Utara.

Festival Legu Gam yang didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, merupakan pesta rakyat yang diselenggarakan bertepatan dengan hari lahir Sultan Ternate yang ke-48 (pemimpin Ternate saat ini) yaitu Sultan Mudaffar Sjah. Festival yang diselenggarakan setiap tahun tanggal 13 April mulai diadakan sejak tahun 2002 sebagai wujud penghargaan atas kesetiaan masyarakat terhadap kerajaan.

Ada banyak hal menarik dari festival yang diselenggarakan selama satu minggu dengan puncak acara ramah-tamah antara Sultan dengan masyarakat ini.

Penyelenggaran Festival Legu Gam ini mulanya digagas oleh Permaisuri Kesultanan Ternate bernama Ratu Nita Budhi Susanti (istri Sultan Mudaffar Sjah). Gagasan ini lahir sebagai upaya menerjemahkan keteguhan masyarakat dan pihak kesultanan dalam menghadapi berbagai cobaan, terutama kerusuhan yang melanda Maluku Utara di akhir tahun 1990an.

Pemda setempat bahkan menjadikan festival ini sebagai salah satu agenda tahunan wisata Kota Ternate dan Provinsi Maluku Utara. Tujuannya adalah melestarikan budaya setempat serta sebagai apresiasi terhadap keberadaan Kesultanan Ternate yang sudah berusia 800 tahun lebih.

Festival Legu Gam dibuka dengan pawai dari kedaton menuju Lapangan Ngaro Lamo. Dalam seminggu penyelenggaraan, terdapat berbagai atraksi sangat menarik kesenian khas Propinsi Maluku Utara yang perlu Anda simak. Sebut saja tari-tarian, peragaan pakaian tradisional, dan lain-lain.

Masyarakat dari seluruh pulau dan daerah lain akan berkumpul di Kedaton atau Istana Kesultanan Ternate dan berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan seni tradisional dan budaya. Festival ini akan diselenggarakan selama seminggu penuh dengan acara puncak yang akan dihadiri oleh Sultan.

Tarian Legu biasanya dipentaskan dalam tiga acara dan ketiganya pun bertingkat sifatnya. tarian ini merupakan rangkaian gerakan yang menyerupai kepakan sayap burung.

Menurut legenda, tarian ini merupakan simbol dari turunnya burung berkepala dua (Goheba) yang menjadi simbol kesultanan Moloku Kie Raha (Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan).

Para penari adalah kaum perempuan yang bukan berasal dari keluarga Sultan. Pada saat tarian Legu dipentaskan, Sultan tidak diperkenankan berdiri sebelum Tarian Legu berakhir. Hal ini bertujuan agar pesan-pesan yang disampaikan dapat dipahami, dihayati, dan menjadi bahan introspeksi Sultan dalam menjalankan kepemimpinannya.

Anda juga dapat menyaksikan bahkan mengikuti perlombaan yang dilangsungkan di laut seperti dayung kora-kora dan lomba memancing yang semuanya dilakukan di Laut Sulamadha. Uniknya, panitia juga mengadakan lomba lari yang disebut lomba lari 13 (sesuai tanggal ulang tahun sultan) yang berlangsung di sekitar jalan raya di depan istana Kesultanan Ternate.

Yang lebih seru, Anda juga dapat menikmati aneka wahana permainan anak-anak seperti tong maut, komedi putar, dan sebagainya di malam hari. Pada puncak acara, prajurit kesultanan dan abdi dalem keraton mengawal kegiatan ritual pencucian kaki untuk tamu sebagai simbol penyucian diri sebelum duduk di kursi yang telah disediakan panitia.

Festival Legu Gam pun menjadi ajang unjuk kebolehan para seniman dari kabupaten di Propinsi Maluku Utara. Pulau-pulau seperti Sula, Jailolo, Tidore, dan daerah lainnya mengutus para seniman terbaik mereka mereka untuk berkreasi. Lukisan, fotografi, hasil pahatan, dan ukiran patung yang berhubungan erat dengan Maluku Utara terutama Kesultanan Ternate, menjadi pameran menarik.

Selama berlangsungnya Festival Legu Gam, Anda pun dapat menyaksikan beberapa obyek wisata sejarah peninggalan Kesultanan Ternate seperti Kedaton Kesultanan Ternate, Masjid Sultan Ternate, dan benteng-benteng peninggalan masa kolonial. Peninggalan sejarah ini begitu berharga dan menunjukkan pesona unik untuk kita amati.

Festival legu gam atau pesta rakyat juga akan menjadi ajang promosi budaya di Maluku Utara, kota Ternate khususnya . Di arena legu gam pun banyak masyarakat dari berbagai maacam suku mendirikan stand untuk mempromosikan hasil kerajinan mereka . Lain dari pada itu ada juga yang menjual aneka ragam makanan khas dari ternate mulai gohu ikang,popeda,sagu,bagea,ikan cakalang bakar dan lain-lain.

Dengan segala potensi menjanjikan ini, tak heran jika festival ini menjadi momen penting pemda dan masyarakat, termasuk para turis. Festival ini bahkan terus disuarakan hingga ASEAN dan mancanegara. Bahkan banyak pelaku bisnis memanfaatkan festival ini untuk menjajaki berbagai peluang usaha hingga kemudian melakukan transaksi dengan nilai ratusan juta rupiah.

Tak perlu khawatir jika Anda ingin menginap. Ada berbagai pilihan hotel mulai dari kelas melati hingga berbintang. Hotel-hotel tersebut menyediakan hidangan khas Maluku Utara. Sarana umum juga tersedia dengan baik seperti warung telekomunikasi, perbankan, dan sarana transportasi. (*)

Facebook Comments