December 18, 2017

Mari Pangestu: Februari Kunjungan Wisman Naik 4,30%

Mari Elka Pangestu saat memberikan penjelasan perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif beberapa bulan terakhir ini.

Jakarta (Paradiso) – Berdasarkan data yang dilansir Pusat Data danInformasi (Pusdatin) Kemenparekraf, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Februari 2012 mencapai 592.502 wisman atau naik 4,30% dibandingkan bulan yang sama tahun 2011 sebesar 568.057 wisman.

Sementara secara kumulatif jumlah kunjungan wisman pada Januari – Februari 2012 sebanyak 1.245.194 wisman atau naik 11,49% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yakni 1.116.878 wisman. Dengan tren pertumbuhan yang tetap positif dibanding tahun lalu, Kemenparekraf optimistis target 8 juta wisman berkunjung ke Indonesia di tahun 2012 ini akan tercapai

Dalambeberapatahunterakhir, pasca liburan imlek jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjungke Indonesia biasanya mengalamipenurunan. Namun untuk tahun 2012 ini dimana libur Imlek jatuh pada Januari, pada bulan Februari jumlah wisman tetap mengalami kenaikan.

“Kunjungan wisman di bulan Februari 2012 tercatat paling baik dibandingkan bulan Februari beberapa tahun sebelumnya, karena lazimnya apabila libur imlek jatuh pada bulan Januari maka pertumbuhan kunjungan wisman pada bulan berikutnya negatif. Misalnyatahun 2006 dan 2009, ketika liburan hari raya Imlek jatuh pada Januari, pertumbuhan kunjungan wisman ke Indonesia di bulan Februari di tahun itu turun menjadi -14,59% dan -9,43%,” papar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers pencapaian bulanan di Gedung Sapta Pesona, Selasa (03/04/2012).

Mari Pangestu menambahkan efek liburan imlek memang berdampak pada penurunan wisman yang berasal dari China, Hongkong dan Taiwan. Namun ia menggarisbawahi, penurunan tersebut berhasil ditutupi oleh kenaikan wisman yang berasal dari Mesir sebesar 34,31%, Korea Selatan 22,68%, Australia 18,83%, Jerman 12,79% dan Amerika Serikat 11,79%.

Sedangkan yang mengalami pertumbuhan tinggi secara kumulatif selama Januari-Februari 2012 adalah wisman dari China sebesar 54,14%, Arab Saudi 36,24%, Mesir 32,82%, Korea Selatan 15,54% serta Australia 12,14%.

“Ada beberapa negara yang pada bulan Februari pertumbuhan wismannya double digit. Ini tentu perkembangan yang positif dan akan menjadi bahan evaluasi kami untuk lebih mengefektifkan kegiatan promosi di luar negeri, sales mission, maupun peranan VITO (Visit Indonesia Tourism Officer),” jelasnya.

Promosi ke Eropa

Mari Pangestu juga menyampaikan pada April ini Kemenparekrafakan berpartisipasi padakegiatan Floriade di kota Venlo, Belanda. Kegiatan yang berlangsungsetiap 10 tahun itu akan berlangsung mulai 4 April hingga 7 Oktober 2012 dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 2 juta orang.

Wakil Menparekraf, Sapta Nirwandar saat ini tengah berada di Belanda untuk menghadiri acara pembukaan yang direncanakan akan dihadiri oleh Ratu Beatrix.

“ Floriade adalah event yang penting untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif di pasar Eropa. Dengan mengangkat tema “Indonesia-Spaceislands”, Floriade 2012 akan dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif serta industri pertanian, kehutanan, dan perkebunan sekaligus menarik investasi dan perdagangan,” ujarnya.

Mari Pangestu juga menjelaskan kegiatan ini akan dimanfaatkannya untuk mempromosikan TTI (Tourism, Trade, and Invesment). Pada akhirnya dengan berpartisipasi di Floriade diharapkan peningkatan wisman yang berasal dari Eropa dan penerimaan devisa negara.

Delegasi Indonesia dalam Floriade 2012 merupakan kolaborasi antara Kementerian dan lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, Asosiasi, UMKM, dan Swasta. Selain Kemenparekraf, delegasi Indonesia terdiri dari Kemendag, Kemkes, Kemenhut, Kementan, Kemlu, Kemenkop dan UKM, BKPM, sejumlah BUMN, KBRI Den Haag dan KBRI Brussels serta sejumlah Pemda seperti DKI Jakarta, Kalteng, Jatim, Kalsel, NTB, NAD, Kaltim dan Maluku.

Produksi Film Nasional Meningkat

Pada kesempatan yang sama Mari Pangestu juga memaparkan perkembangan perfilmannasional berkenaan dengan Hari Film Nasional yang diperingatipada 30 Maretlalu. HinggaMaret 2012, sebanyak 25 film nasionalberhasildiproduksi, naik dari 19 judul dibandingkantahun lalu. Selain meningkatkan kuantitas produksi film, diharapkan kualitas film Indonesia juga semakin baik.

“Dari segi kualitas film Indonesia semakin membaik. Buktinya makin banyaknya film dan aktor Indonesia yang mendapat penghargaan di festival film di tingkat regional maupun internasional. Untuk pertama kalinya ada film Indonesia “The Raid” yang dibeli oleh pihak Sony Pictures,” katanya

Mari Pangestu kembali menegaskan pentingnya sinergi antara Kemdikbud dan Kemenparekraf untuk pengembangan dan peningkatan kualitas film nasional. Kedua institusi ini menyepakati bahwa bersama dengan insane perfilman Indonesia, akanmembawa perfilman nasional menjadi industri perfilman yang mandiri, yang bukan hanya mampu menciptakan nilai tambah secara ekonomi, tetapi harus tetap dapat menjaga nilai-nilai sosial danbudaya Indonesia, sertamenjaga kelestarian lingkungan Indonesia. (*)

Facebook Comments