November 16, 2018

Masuk Jaringan Global Geopark, Gunung Batur Makin Mendunia

Achyaruddin (kiri), Sukhyar dan Bupati Bangli I Made Gianyar tunjukkan piagam dan plakat Geopark dari UNESCO.

Jakarta (Paradiso) – Kaldera Gunung Batur Kintamani, Bangli Bali, berhasil ditetapkan sebagai Global Geopark Network atau jaringan taman bumi global oleh UNESCO. Penetapan dilakukan saat Konferensi Geopark Eropa yang ke-11 di Geopark Auroca, Portugal pada 20 September 2012.

Achyaruddin, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan nama Gunung Batur di Pulau Bali akan semakin melesat di dunia internasional.

“Indonesia baru pertama berhasil memperjuangkan ini setelah selama 4 tahun, satu kali ditolak dan kemarin di Portugal kita berhasil. Dari 11 usulan geopark yang berhasil masuk hanya 4,” kata Achyaruddin saat jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Empat negara tersebut, ungkap Achyaruddin, dua dari Eropa dan dua dari Asia. Selain Indonesia, tiga negara lainnya adalah Spanyol, Hongaria, dan China. Achyaruddin mengungkapkan perjuangan selama empat tahun untuk menginisiasi Kaldera Batur sebagai Global Geopark.

“Ini tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Jepang saja sampai tujuh tahun dan tidak lolos. Mereka menjerit histeris, menangis karena tidak masuk,” ungkapnya.

Achyaruddin mengungkapkan pengembangan pariwisata di daerah-daerah yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf difokuskan pada pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism). “Yang dimaksud pariwisata adalah adanya pergerakan manusia. Jika Batur menjadi Global Geopark dan diinformasikan kepada dunia, orang-orang semakin banyak datang,” katanya.

Semakin banyaknya wisatawan mancanegara yang datang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Selain juga pelestarian lingkungan maupun budaya adat masyarakat Batur.

Kaldera Gunung Batur adalah satu dari 6 calon geopark yang diusulkan Indonesia ke UNESCO di samping Danau Toba, Merangin, Gunung Rinjani, Raja Ampat, dan kawasan karst Sewu.

Satu keistimewaan kaldera Gunung Batur, lanjut Achyaruddin, adalah adanya endapan surge berumur 5.000 tahun. “Endapan surge ini jauh lebih kompleks dibanding endapan yang ada di Gunung Krakatau,” tambahnya.

Selama 4 tahun ke depan yaitu sampai 20 September 2016, kaldera Gunung Batur akan dinilai UNESCO dari berbagai indikator. Kalau tidak berhasil menerapkan geopark dengan benar, akan digugurkan dari keanggotaan GGN. “Salah satunya adalah dari sisi pendidikan. UNESCO menilai bagaimana geopark ini diperkenalkan ke sekolah-sekolah, ke para murid, untuk penelitian juga,” kata Achyaruddin.

Dengan masuknya kaldera Gunung Batur dalam Global Geopark Network UNESCO, namanya sekarang menjadi Batur Global Geopark.

Sementara itu, Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral Sukhyar menuturkan di Indonesia memang memiliki banyak kaldera dan 127 gunung api. Namun, Danau Batur merupakan kaldera terunik kedua setelah Danau Toba. “Aksesibilitasnya mudah, jadi melihat keunikan kaldera ini tak perlu jauh-jauh, langsung bisa lihat. Di satu site sudah bisa lihat seluruh kaldera,” katanya.

Selain itu, proaktif pemerintah daerah Kabupaten Bangli menjadi pertimbangan pemerintah pusat memperjuangkan Kaldera Batur ke UNESCO. Kaldera Batur berada di Kabupaten Bangli.

“Kita sudah identifikasi 33 geopark di Indonesia. Tapi tanpa proaktif pemda tidak mungkin. Apalagi jika suatu kaldera melibatkan lebih dari satu kabupaten, perlu proaktif dari seluru kabupaten dan keterlibatan masyarakat lokal juga penting,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar berharap dengan Kaldera Batur menjadi GGN, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Kaldera Batur. Selain juga masyarakat dapat teredukasi lebih baik mengenai pelestarian lingkungan maupun pemanfaatan Danau Batur.

Batur Global Geopark terletak di sekitar gunung api aktif di Bali di timur laut Bali, di antara dua kaldera merupakan kawah vulkanik besar yang terbentuk sekitar 22 ribu tahun yang lalu. Gunung api ini bagian dari cincin api Pasifik dan membentuk sebagian dari deretan panjang gunung api aktif serupa di Indonesia. Daerah ini kaya dengan elemen bentukan tanah vulkanik makro dan mikro yang terbentuk akibat letusan gunung api sejak ribuan tahun yang lalu. (*)

Facebook Comments