October 16, 2018

Mengangkat Lagu Pop Daerah Jadi Industri Kreatif Bergengsi

Wamen Sapta Nirwandar berikan hadiah pada pemenang lomba.

Jakarta (Paradiso) – Dalam upaya mengenalkan lagu daerah dan mempromosikan pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Ikatan Alumni SMAN VI Yogyakarta menyelenggarakan Lomba Cipta Pop Daerah Nusantara 2012.

“Setelah final ini, nanti akan kita buatkan album dan kita promosikan melalui tayangan TV, Youtube, atau pun Facebook. Ini untuk promosi destinasi dan pariwisata,” kata Wamenparekraf, Sapta Nirwandar kepada wartawan di ANTV Epicentrum, Studio Complex Komplek Rasuna Said, Epicentrum, Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Kegiatan lomba ini mencapai puncaknya di Epicentrum, Jakarta, Selasa (30/10) malam. Ada 6 finalis dengan lagu dari daerah yang berbeda-beda di Indonesia.

Awalnya, ajang ini diikuti oleh 100 lagu dari tiap peserta. Pada akhirnya, terpilih 6 finalis untuk menjadi juara. 6 Finalis tersebut, berdasarkan judul lagunya, adalah Bangkit Budak Melayu dari Riau, Ingot Toba dari Sumatera Utara, Sio Ugude dari Papua, Tanah Jawi dari Jawa Timur, Lagu Darjo dari Jawa Timur, dan Ranah Bundo dari Sumatera Barat.

“Ini bagian dari industri kreatif dan dapat menggairahkan kesenian daerah, suara-suaranya bagus lho!” ujar Sapta memuji kontestan.

Juri untuk Lomba Cipta Pop Daerah Nusantara ini tokoh yang taka sing lagi di dunia music Indonesia, seperti kritikus musik Bens Leo dan penyanyi Trie Utami, pemerhati musik tradisional, hingga produser rekaman musik studio. Kriteria penilaiannya adalah melodi lagu, harmoni, lirik, komposisi, tema lagu mengangkat destinasi pariwisata, otentik, dan kearifan lokal masing-masing daerah. “Kita mengharapkan lirik yang menarik, sekitar alam dan budaya,” jelas Sapta.

Menurut Sapta, lagu daerah yang itu-itu saja akan membuat orang bosan. Maka ajang ini akan menambah lagu-lagu daerah yang sudah ada sekaligus mengenalkan destinasi wisata di daerahnya masing-masing. “Masa Ayu Ting Ting saja bisa terkenal, lagu daerah ini juga bisa dong,” ujar sapta.

Diharapkan Bisa Saingi K-Pop

“Kita memiliki ratusan budaya lokal yang siap diterjemahkan dalam karya-karya post-modernisme yang populer bahkan sanggup untuk menyaingi K-Pop sekalipun,” kata Sapta.

Ia menyayangkan saat ini lagu-lagu daerah yang merupakan salah satu warisan luhur bangsa cenderung tergilas popularitasnya oleh budaya asing termasuk Korean Pop.

Hal itu, kata dia, tampak semakin ironis manakala banyak stasiun televisi berjaringan nasional yang bersaing ketat merebut rating melalui program musik tetapi sangat jarang menampilkan lagu bernuansa kedaerahan. “Ini berimbas pada makin surutnya minat generasi muda terhadap lagu yang berasal dari tanah kelahirannya,” katanya.

Menurut dia, perlu ada upaya untuk menggugah kembali minat generasi muda terhadap lagu-lagu daerah.

Apalagi, potensi lagu daerah yang besar karena sesungguhnya kesenian Indonesia sudah memiliki peminat khusus di pasar global. Ia mencontohkan, musik gamelan saat ini sudah terdapat pada 35 stage di dunia.

Bahkan di California, gamelan terdapat di 20 kota sedangkan di Jepang terdapat 52 sanggar kesenian Indonesia. Terlebih saat ini ada kecenderungan post-modernisme yang mendorong tren dunia untuk mengejar identitas lokal sebagai warna dalam karya kesenian musik.

Tren kecenderungan pemikiran semacam itu menjadi kesempatan yang tidak bisa dilewatkan oleh bangsa Indonesia yang memiliki ratusan kebudayaan lokal.

Pada dasarnya, kata Sapta, hal terpenting saat ini adalah mengoptimalkan nilai kelokalan terlebih dahulu sebelum memberikan sentuhan aspek-aspek yang bisa membuat sebuah musik untuk bisa “go” internasional, misalnya sentuhan manajemen dan teknologi.

Pihaknya mencatat kontribusi industri musik tradisional terhadap PDB mencapai 3,48 persen dari total kontribusi industri musik di tanah air. Sedangkan kontribusi industri kreatif secara keseluruhan terhadap PDB tercatat 7,8 persen.

Pemenang Lomba Cipta Pop Daerah Nusantara 2012 adalah Nova Anugrah Hani dan Ronald Wilson, dengan judul lagu Sio U Gunde, Papua. Pemenang berhak mendapat hadiah sebesar Rp 30 juta. (*)

* Pemenang Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara 2012 :

– Juara 1, Nova Anugrah Hani & Ronald Wilson, Judul Lagu : Sio U Gunde, Papua 30jt

– Juara 2, Dhany Nugraha, Judul Lagu : Tanah Jawi, Jawa Timur, 20jt

– Juara 3, Jefrey Antonius Situmeang, Judul lagu : Ingot Toba – Sumut, 10jt

– Harapan 1, Cikita Meidy (Chika Cecilia Oktavianny) Judul Lagu : Ranah Bundo – Sumbar, 6,5jt

– Harapan 2, Arief Firman – Fenny Febiani Judul Lagu : Lagu Darjo – Jawa Timur,6jt

– Harapan 3, Theja Fathasena, Judul Lagu : Bangkit Budak Melayu – Riau, 5jt

Facebook Comments