November 18, 2018

Menikmati Kemegahan “Bali Agung Show”

Pernahkah Anda mengunjungi Taman Safari di Bali? Jika belum, coba datang ke sana karena Bali Safari & Marine Park bukan hanya sekadar melihat berbagai hewan. Ada juga pertunjukkan teater berkelas internasional, yang melibatkan binatang.

Musim libur kemarin saya dan keluarga berkesempatan liburan ke Bali. Diantara kunjungan ‘wajib’ ke beberapa objek wisata di Bali, saya mengajak keluarga untuk menonton pertunjukan teater “Bali Agung” di Bali Safari & Marine Park, Gianyar. Dari beberapa referensi, saya mendengar bahwa pertunjukan yang mulai digelar sejak Oktober 2010 lalu ini sangat ‘highly recommended.’

Terus terang saya penasaran. Maka niat untuk menonton Bali Agung Showmenjadi target utama kunjungan ke Bali kali ini. Kami bisa menikmati dua objek sekaligus, yaitu safari keliling melihat koleksi satwa di Taman Safari dan menonton teater Bali Agung.

Pertunjukan Bali Agung Show sendiri berkisah tentang legenda Jayapangus, seorang raja Bali abad ke-12. Dikisahkan Raja Jayapangus menikah dengan seorang putri dari negeri China Kang Ching Wie. Setelah menikah sekian tahun lamanya mereka belum dikaruniai keturunan.

Kondisi ini membuat Raja Jayapangus pergi meninggalkan kerajaannya untuk bersemedi di suatu tempat dengan harapan kelak akan bisa mempunyai keturunan. Di tengah pertapaannya, sang raja digoda oleh seorang dewi penguasa danau, Dewi Danu.

Jayapangus tergoda dan akhirnya mempunyai seorang anak laki-laki dari Dewi Danu. Sementara itu setelah ditinggal sekian lamanya tanpa kabar, permaisuri Kan Ching Wie berusaha mencari suaminya. Namun alangkah kagetnya sang permaisuri ketika mendapati suaminya sudah beristri bahkan memiliki keturunan. Cerita kemudian berlanjut dengan adanya perseteruan dilatarbelakangi cinta segitiga Jayapangus dan kedua istrinya. Seperti layaknya kisah legenda, jalinan cerita kemudian berakhir dengan kebahagiaan bagi seluruh keluarga kerajaan dan rakyatnya.

Saya sungguh terkesan dengan pertunjukan ini. Tata suara, tata lampu, dan tata panggungnya sungguh kelas dunia. Theater indoornya sangat besar karena mampu menampung 1200 penonton.

Pertunjukannya melibatkan sekitar 150 pemain dengan aneka busana tradisional Bali yang sungguh cantik dan menawan. Pertunjukan ini juga melibatkan satwa-satwa koleksi taman safari Bali. Gajah, onta, sapi, berbagai jenis burung, ular, dan harimau ikut menjadi bagian pertunjukan.

Tidak heran bila panggungnya sendiri berukuran sangat besar agar bisa menampung satwa-satwa tadi. Sebelum pertunjukan dimulai seluruh pemain termasuk satwa berparade di depan panggung menyapa penonton. Kedua anak saya kegirangan seperti sedang menonton karnaval hewan-hewan dan seratusan pemain berbusana tradisional Bali yang gemerlapan berwarna-warni.

Pertunjukan dibuka dengan panorama desa Bali tempo dulu. Suasananya benar-benar hidup. Tampak puluhan pemain masuk ke panggung dengan menjalankan aktivitasnya masing-masing. Ada yang bertani, berjualan, membawa gerobak lengkap dengan sapinya, membawa sesaji, anak-anak bermain, dan yang menarik ada serombongan bebek berenang keluar dari sisi kiri panggung menuju sisi kanan panggung. Tak kalah uniknya, dari sisi kanan keluar seorang nelayan mendayung perahu menuju sisi kiri panggung. Di bagian depan panggung memang terdapat kolam air yang memungkinkan nelayan dan bebek beraksi diatas air. Sangat panoramic.

Di kiri panggung terdapat pemain gamelan Bali yang memainkan musik pengisi. Pertunjukan ini tergolong kontemporer sehingga musik modern dan gamelan berpadu. Sedangkan di kanan panggung terdapat seorang dalang dan anak kecil yang berperan sebagai narator cerita. Narasi disampaikan dalam bahasa Inggris.

Lighting panggungnya sempurna. Permainan cahaya mampu menampilkan suasana dari scene yang ditampilkan. Lighting juga berperan dalam pergantian setiap segmen. Setiap cerita berganti, layar lebar akan diturunkan. Namun layar tersebut tidak statis kaku karena layarnya akan menjadi media bagi dalang untuk menampilkan wayang dari cerita yang akan dimainkan berikutnya. Lighting pada saat wayang muncul ini sangat apik. Berwarna-warni dan sangat dinamis. Menjalin antar cerita dengan sangat halus.

Ada suatu segmen cerita, dimana penonton dikejutkan dengan beberapa burung yang terbang dari belakang panggung, kemudian melewati kepala penonton sebelum hinggap di beberapa pohon diatas panggung. Menakjubkan.

Pendeknya penonton dimanjakan mata dan telinganya selama pertunjukan. Sebelum ini saya pernah menonton pertunjukan serupa di Guangzhou China yang menampilkan musik dan tari yang mencerminkan keanekaragaman budaya dari berbagai suku di negeri China. Waktu itu saya terkagum-kagum dengan tata panggung, tata suara, dan kecantikan busana yang mereka kenakan. Namun setelah menonton Bali Agung, rasanya tidak berlebihan bila saya menilai, inilah pertunjukan teater yang sangat memukau. Saya merekomendasikan bagi anda yang berkunjung ke Bali mesti mampir melihat Bali Agung. It’s a must see show.

Sebagai catatan, selama pertunjukkan teater berlangsung penonton dilarang memotret. Peraturan ini benar-benar diberlakukan. Apabila Anda nekat, akan ada petugas yang mendatangi dan meminta Anda menghapus hasil foto tersebut. Bagi yang membawa kamera, ada tempat penitipan yang cukup aman. Untuk keterangan lebih lanjut, termasuk soal jadwal pertunjukkan, Anda bisa melihatnya di situs resmi Bali Theatre, www.balitheatre.com.

Facebook Comments