December 14, 2018

Mentawai Gelar Kejuaraan Surfing Internasional

Irwan Prayitno (kiri) dan Esthy Reko Astuty saat jumpa pers Mentawai International Pro Surf Competition 2013.
Irwan Prayitno (kiri) dan Esthy Reko Astuty saat jumpa pers Mentawai International Pro Surf Competition 2013.

Jakarta (Paradiso) – Bulan April ini, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat akan menjadi ajang perlombaan 43 peselancar profesional dunia yang akan menjajal keganasan ombaknya.

Mereka berlaga dalam kejuaraan Mentawai International Pro Surf Competition 2013, kompetisi surfing internasional yang digelar oleh Asian Surf Championship (ASC) dan disponsori Rip Curl dan didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Penyelenggaraan kejuaraan ini akan dilaksanakan pada 21-29 April 2013 di bagian selatan Pulau Sipora tepatnya di Lances Right, Katiet, Mentawai, Sumatera Barat.

“Event ini merupakan wujud eksistensi Kepulauan Mentawai, sebagai daerah tujuan wisata dunia,” kata Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, Esthy Reko Astuty saat jumpa pers Mentawai International Pro Surf Competition 2013 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Esthy menjelaskan, event ini akan menjadi ajang berkumpulnya peselancar tingkat Asia dan dunia. Mereka akan berlomba menjadi yang terbaik dalam kejuaraan ini, tentunya menjadi ajang promosi pariwisata yang strategis bagi Mentawai sendiri.

“Di Kementerian sendiri ada 7 wisata yang menjadi special interest (minat khusus), salah satunya itu ada sport tourism (wisata olahraga) dan surfing termasuk sport tourism tersebut,” papar Esthy

Nanti akan ada sekitar 43 peselancar yang ikut dalam event ini. Pesurfer yang ikut dalam kompetisi ini berasal dari Asia sebanyak 16 peselancar, 4 tim Raider Ripcurl, 3 peselancar dunia yang diundang. Tidak ketinggalan juga 20 peselancar lokal dari Mentawai.

Kesempatan sama, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan Kepulauan Mentawai memiliki banyak titik selancar terbaik di seluruh wilayah lautnya. Terdapat tidak kurang dari 70 titik selancar di seluruh wilayah Kepulauan Mentawai dengan beragam karakteristiknya.

“Di Indonesia mungkin Mentawai yang terbaik spot surfing-nya, kalau disamakan mungkin samanya seperti di Hawai,” ujar Irwan.

Pembukaan event sendiri di spot Lanches Right, Katiet. Ini salah satu daerah dengan spot surfing terbaik di dunia.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Mentawai, Desti Seminora menjelaskan surfing memang menjadi tujuan utama wisatawan ke Mentawai. Sebanyak 84 persen wisatawan ke Mentawai adalah surfer. Sementara, 11 persen lainnya merupakan wisatawan petualang dan wisatawan budaya, dan lima persen lainnya wisatawan yang datang untuk keperluan riset.

“Wisatawan yang datang ke Mentawai memang meningkat dari tahun ke tahun. Misalnya saja, pada tahun 2011 jumlah kunjungan mencapai 4.010 orang, dan pada tahun 2012 mencapai 4.790 wisatawan,” tambah Desti.

Wisatawan yang datang ke Kepulauan Mentawai, mayoritas adalah wisatawan mancanegara. Menurut data yang dimiliki Desti, selama 2012, dari 4.790 wisatawan yang datang sebanyak 4.560 wisatawan di antaranya berasal dari mancanegara, dan 230 wisatawan lainnya adalah domestik. (*)

Facebook Comments