December 11, 2018

Musi Triboatton 2013 Berakhir Dengan Meriah

Para juara umum Triboatton 2013 berpose dengan Dirjen Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuty dan Kasubdit Promosi Pariwisata Wilayah Sumatera, Raseno Arya saat gelaran penutupan Musi Triboatton 2013 di Palembang.
Para juara umum Triboatton 2013 berpose dengan Dirjen Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuty dan Kasubdit Promosi Pariwisata Wilayah Sumatera, Raseno Arya saat gelaran penutupan Musi Triboatton 2013 di Palembang.

Palembang (Paradiso) – Suara riuh gendang berpadu tarian khas Sumatera Selatan dan diakhiri pesta kembang api mengiringi acara penutupan yang meriah acara Musi Triboatton 2013. Acara penutupan meriah ini berlangsung di Plaza Benteng Kuto Besak Palembang, Sumatera Selatan.

Dirjen Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Esthy Reko Astuty dalam sambutan penutupan mengatakan Musi Triboatton tidak hanya mengenalkan sungai Musi untuk pengembangan wisata sungai tetapi juga mengenalkan potensi pariwisata di seluruh Sumatera Selatan.

“Kegiatan olahraga air ini juga pertama kalinya digelar di dunia, dimana menggabungkan tiga jenis olahraga dayung, yakni rafting, kayak (kanoe) dan dragon boat dengan menyusuri sungai Musi,” ujar Esthy Reko Astuty pada acara penutupan Musi Triboatton 2013 di Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang, Sumsel, Jumat (22/11/2013) malam.

“Kita promosikan Sumatera Selatan sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia dalam kegiatan olahraga air di Sungai Musi sebagai ikon dalam event Musi Triboatton. Sungai akan memberi dampak ekonomi besar jika dikembangkan untuk pariwisata, dan tentunya lingkungan akan terjaga,” tambah Esthy.

Menjadi yang tercepat di etape 5.
Menjadi yang tercepat di etape 5.

Kesempatan sama, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Isak Mekki mengatakan bahwa pihaknya berharap ke depan acara ini bisa diikuti oleh lebih banyak tim sehingga potensi pariwisata semakin dapat dikenal luas oleh masyarakat asing maupun lokal. Dengan Musi Triboatton, para peserta dapat menikmati budaya dan kehidupan sungai di sepanjang perjalanan menyusuri Musi.

“Melalui Triboatton kita semua merasa senang atas event yang sangat menarik dan ini adalah ajang Sumsel mempromosikan potensi baik alam, sejarah, budaya dan bermacam-macam kuliner,” kata Ishak Mekki.

Para peserta pun mengaku amat senang dan bersuka cita selama pagelaran Fastival Musi Triboatton 2013. Tak hanya mereka, namun masyarakat setempat pun ikut antusias dan berpesta dalam kegiatan ini.

Salah satu kegiatan budaya yang diangkat dari Musi Triboatton adalah serapungan di Kabupaten Empat Lawang yang juga hulu Sungai Musi. Serapungan adalah cara masyarakat setempat menyeberangi sungai dengan cara mengapung dengan menggunakan dua bilah bambu yang diikat menjadi satu. Di atas dua bilah bambu itu, warga menyeberangi sungai belasan meter dengan arus cukup deras.

musi triboatton (2)Sebanyak 15 jukung (motherboat) yang telah dimodifikasi sebagai hotel terapung disiapkan untuk menempuh perjalanan Musi Rawas hingga Kota Palembang.

Festival Musi Triboatton 2013 adalah yang kedua kali digelar. Kegiatan ini menggabungkan olahraga air berupa rafting, kayak, dan dragon boat dalam satu pertandingan dengan menyusuri sungai Musi sejauh 500 km. Di tahun ini, empat kabupaten (Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, Empat Lawang) dan satu kota (Palembang) di Sumsel unjuk kekayaan destinasi wisata, budaya, kuliner ke para atlit dayung, wisatawan dan media yang mengikuti kegiatan Musi Triboatton 2013.

Inggris Juara Umum

Selama 5 hari, 10 tim dari Indonesia dan mancanegarta berkompetisi dalam tiga cabang olahraga dayung (rafting, kayak dan dragon boat) menjadi yang terbaik. Kontingen Inggris akhirnya tampil sebagai juara umum lomba dayung Musi Triboatton 2013 yang berakhir di depan Benteng Kuto Besak Palembang, Jumat (22/11/2013).

Tim Inggris yang sebagian besar diperkuat atlet dayung Pelatda Jawa Barat itu secara total mengumpulkan nilai 85, mengungguli juara bertahan Sumsel 2 (76) dan Sumatera Utara yang juga mengumpulkan nilai 76.

Tuan rumah Sumsel 2 berhak menempati peringkat kedua karena lebih sering tampil sebagai juara etape dibanding Sumut.

Inggris sejak etape kedua selalu memimpin memastikan gelar juara umum setelah menjuarai nomor rafting dan kayak pada etape kelima atau etape terakhir yang berlangsung di dermaga Benteng Kuto Besak, tidak jauh dari Jembatan Ampera.

Etape kelima yang seharusnya juga menggelar jenis perahu naga (dragon boat), tapi batal dilangsungkan karena satu dari empat perahu yang ada ternyata bocor dan panitia tidak mempunyai perahu cadangan.

“Setelah rapat dengan seluruh manajer tim, disepakati untuk tidak menggelar nomor perahu tradisional,” kata Eva Rustiningtyas, salah seorang panitia dari Podsi Sumsel.

Lomba dimulai sejak Senin (18/11) dari Kabupaten Empat Lawang dan berakhir di pelataran Benteng Kuto Besak, Palembang.

Tim yang masing-masing terdiri atas 15 peserta dan menjelajahi Sungai Musi dan melewati Kota Palembang, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Banyuasin.

Perlombaan dibagi menjadi lima etape, yaitu Etape I: Tanjung Raya-Tebing Tinggi (35km), etape II: Tebing Tinggi-Muara Kelingi (140km), etape III: Muara Kelingi-Sekayu (165km), etape IV: Sekayu-Pengumbuk (108km), dan etape V: Pengumbuk-Palembang (75km).

Meski jarak perjalanan 500 km, namun perlombaan sebenarnya hanyalah sejauh 250 m yang digelar disetiap akhir etape untuk tiga jenis lomba, yaitu rafting, kayak dan perahu tradisional. Kecuali pada etape pertama ditempuh jarak lomba 15 km (rafting) dan 15 km (kayak). (bowo)

Hasil lengkap etape ke-5 dengan jarak 250 m:

Rafting:

1. Inggris (02:14,55 detik)

2. Sumsel 2 (02: 15,93)

3. DKI (02: 19,15)

4. Jambi. (02: 21,66)

Kayak 250m:

1. Inggris (02: 18,27 detik)

2. Jambi (02: 19,40)

3. Irlandia (02: 25,36)

4. Sumsel 2 (02: 37,65)

Klasemen umum tiga besar:

1. Inggris (85)

2. Sumsel 2 (76)

3. Sumut (76)

Facebook Comments