January 23, 2018

Penampilan Memukau Indonesia di ITB Berlin 2013

Penampilan Indonesia di pembukaan ITB Berlin 2013
Penampilan Indonesia di pembukaan ITB Berlin 2013

Jakarta (Paradiso) – Tanggal 5 Maret 2013, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Kanselir Jerman Angela Merkel membuka even ITB Berlin 2013, hadir Menparekraf Mari Elka Pangestu dan Walikota Berlin Klaus Wowereit, serta 4.500 tamu kehormatan lainnya.

Pada acara pembukaan ini, Indonesia tampil menonjol sebagai negara mitra resmi even pariwisata terbesar di dunia ini.

Pameran besar ini berlangsung dari tanggal 6 – 10 Maret 2013 dan pengunjung dapat menyaksikan keragaman budaya serta alam Indonesia di Stand Indonesia Hall 26a. Enam belas daerah KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) di Indonesia dipilih untuk tampil di ITB Berlin 2013.

Dalam sambutannya, Mari Pangestu mengatakan bahwa keragaman budaya dan alam Indonesia harus menjadi lebih mudah diakses oleh wisatawan. “Yang Dikenal” harus dihubungkan dengan “Yang kurang Dikenal” untuk menunjukkan kepada wisatawan tentang sisi lain dari Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan lebih mendekatkan keramahan tradisional Indonesia kepada wisatawan.

Salah satu penari Indonesia yang mengisi acara pembukaan ITB Berlin 2013
Salah satu penari Indonesia yang mengisi acara pembukaan ITB Berlin 2013

Menparekraf juga mengungkapkan, “Daya tarik Indonesia yang sesungguhnya adalah harmoni masyarakatnya yang hidup dengan budaya dan tradisi yang berbeda – beda. Keselarasan dengan diri sendiri, alam dan aspek lainnya sangat indah dan tertanam di hati masyarakat Indonesia. Oleh karena itu slogan utama kami adalah WONDERFUL INDONESIA, Jantung Keindahan Dunia”.

Di antara keindahan tersebut menurut Menparekraf, diantaranya Indonesia memiliki delapan Situs Warisan Budaya Dunia yang diakui UNESCO, keanekaragaman hayati terbesar kedua dunia, Candi Borobudur sebagai Candi Buddha terbesar di dunia, serta keajaiban alam seperti Komodo. Juga keragaman pakaian, kuliner dan tradisi yang unik, serta perahu layar tradisional Pinisi yang sampai saat ini masih dibuat di Sulawesi.

Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat menanyakan mengenai apa saja, termasuk perdagangan dan rencana kunjungan ke Indonesia. Hotel dan restoran, operator perjalanan swasta dan pemerintah, serta pemerintah daerah sebagai wakil Kementerian juga akan membantu memperkenalkan “Jantung Keindahan Dunia” tersebut.

Pertunjukan tarian dan musik tradisional dari berbagai daerah akan menampilkan gambaran 700 bahasa dan budaya dari 300 kelompok suku bangsa di Indonesia. Tari Pakarena misalnya, tarian ritual Makassar (Sulawesi Selatan) yang bercerita tentang irama kehidupan dan hubungan dengan Tuhan diperkenalkan dalam event besar tersebut. Dalam kesempatan ini, Bali dan Kalimantan masing – masing diwakili oleh Tari Kecak dan Tari Dayak.

Dikombinasikan dengan peserta pameran dan program Pemerintah, Menparekraf berfokus pada keragaman nusantara dengan lebih dari 17.000 pulau, 300 suku bangsa dan alam yang berbeda – beda. Ke depan, Indonesia ingin memperkuat daerah – daerah yang memiliki potensi wisata tinggi tetapi belum banyak dikenal sebagai tujuan wisata utama.

Tahun lalu, investasi di bidang pariwisata naik sekitar 200 persen mencapai sekitar 900 juta dolar AS. Selain itu, Indonesia juga mencatat 8,04 juta kunjungan wisatawan internasional di tahun 2012 yang berarti meningkat 5,16 persen. Jumlah wisatawan Jerman meningkat 7,62 % atau sebesar 152,000 wisman dibandingkan tahun sebelumnya. (*)

Facebook Comments