April 19, 2018

Penjualan Paket Liburan Mulai Masuki Masa Perlambatan

Suasana Pantai pangandaran di Jawa Barat saat libur lebaran lalu.

Jakarta (Paradiso) – Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) memprediksi penjualan paket liburan selama masa low season mencapai sekitar 150.000 paket per bulan atau lebih rendah 50.000 paket dibandingkan dengan kondisi normal.

Ketua Asita Asnawi Bahar mengatakan perlambatan penjualan paket wisata terutama untuk wisatawan nusantara (wisnus) karena telah berakhirnya masa libur. Masa low season ini akan berakhir menjelang akhir tahun. Perlambatan kunjungan terjadi pada wisnus.

“Asita mencatat penjualan paket liburan seluruh anggotanya secara nasional bisa mencapai sekitar 200.000 paket per bulan pada kondisi normal. Wisatawan mancanegara (wisman) dari sejumlah kawasan Asia seperti Singapura masih menduduki peringkat atas penjualan paket liburan ke Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan, Asita mengklaim sudah melayani sekitar 50%–60% wisatawan berlibur, sedangkan sisanya adalah wisatawan yang berlibur sendiri (free independent traveler). Untuk destinasi wisata favorit seperti Bali, cukup banyak wisatawan yang berlibur sendiri.

“Rata-rata anggotanya saat ini sedang menggencarkan promosi di luar negeri guna mengincar kunjungan wisman pada akhir tahun. Asita antara lain membidik promosi di London, Jepang, dan Malaysia dengan alasan besarnya potensi wisman yang ada,” katanya.

Sementara Badan Pusat Statistik mencatat jumlah kunjungan wisman pada Januari-Juni mencapai 3,87 juta orang atau tumbuh 7,75% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,59 juta orang. Biro perjalanan wisata biasanya menawarkan paket murah untuk menarik minat wisman selama masa low season. (*/bisnis.com)

Facebook Comments