April 24, 2019

Raja Ampat Diharapkan Jadi Ikon Pariwisata Dunia

Opening Ceremony Festival Bahari Raja Ampat 2012.

Papua Barat (Paradiso) – Festival Bahari Raja Ampat 2012 telah digelar pada 18-21 Oktober 2012 lalu, agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dimaksudkan untuk mengangkat khasanah alam bahari Raja Ampat. Festival yang bertemakan “for a truly nature experience” , dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Sapta Nirwandar didampingi Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi dan Bupati Raja Ampat, Markus Wanma di pantai Waisai Tercinta (WTC).

Festival Bahari Raja Ampat yang digelar di pantai WTC, sekaligus juga digelar pemeran pembangunan dari lingkup Pemkab Raja Ampat. Stand-stand yang ada memamerkan momen kerja melalui dokumentasi foto. Aneka kuliner dan makanan khas Raja Ampat juga turut dipamerkan, serta gratis bagi siapapun yang kepingin mencicipinya. Festival Bahari ini bertujuan untuk mengangkat nama Raja Ampat ke dunia internasional, agar siapapun tahu Raja Ampat yang sebenarnya.

Sekedar diketahui, Kabupaten Raja Ampat memiliki 610 pulau. Panjang pantai Raja Ampat sepanjang 753 km yang terletak di jantung pusat segitiga karang dunia dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya dunia saat ini. Raja Ampat artinya empat raja, sebelumnya bernama Kalana Fat. Nama ini berasal dari Kerajaan Muslim Tidore pada abad 15 yang mengenal kepulauan nusantara dan kepulauan Maluku sebagai pintu masuk menuju pulau Raja-Raja. Empat pulau besar itu adalah Waigeo, Batanta, Salawati dan Misol, kini kepulauan Raja Ampat merupakan daerah administrative provinsi Papua Barat.

Pada saat berlangsung Festival, Wamen Sapta Nirwandar didampingi Gubernur Papua Barat memasuki gapura pantai WTC, keduanya disambut antusias warga dengan tarian adat diiringi music suling tambur. Rombongan Wakil Menteri dan Gubernur serta tamu undangan lainnya selanjutnya diantar dengan iringan tarian adat dan suling tambur menuju panggung kehormatan. Tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam pembukaan Fastival Bahari Raja Ampat ini sangat padat, diperkirakan mencapai 3000-an orang.

Artis asal Sorong, Edo Kondologit pun ikut tampil membawakan lagu “Aku Papua”, yang tentu saja menghipnotis tamu undangan dan masyarakat yang hadir memenuhi pantai WTC ini. Edo Kondologit betul-betul menggoyang pantai WTC dengan beberapa lagu berirama Wayase, serta mengajak semua pejabat yang hadir dan masyarakat untuk bergoyang bareng.

Kepulauan Raja Ampat

Festival Bahari Raja Ampat 2012 juga dimeriahkan dengan lomba foto wisata, perahu hias, wisata kuliner nasional, dan pameran seni kerajinan tangan tradisional. Berbagai kerajinan tangan masyarakat dipamerkan di stan yang terletak di Pantai Waisai Tercinta. Seperti anyaman topi, anyaman tikar, anyaman noken, anyaman tas, kerajinan tempurung kelapa, kerajinan kulit mutiara dan lain-lain.

Selain itu, acara ini juga diramaikan dengan pentas seni dan budaya masyarakat. Juga digelar expo dan pameran potensi wisata daerah yang memang didominasi wisata bahari. Aneka macam wisata bahari yang ditawarkan antara lain cruishing, snorkeling, bird watching, kunjungan ke pulau wisata, dan menikmati keindahan landscape pulau karst.

Dalam sambutannya, Wamen Sapta Nirwandar mengatakan, kalau Raja Ampat dikelola dengan baik, pastinya akan sama dengan Bali sebagai ikon pariwisata dunia. “Dan saya sangat optimis akan hal itu, karena nama Raja Ampat sudah mendunia,” kata Sapta Nirwandar.

Bukan hanya itu lanjut Sapta, posisi Raja Ampat yang terletak di jantung segitiga karang (Coral Triagle) dunia dan tempat mencari makan semua ikan dunia, yang tentunya keindahan alam bahari dan keanekaragaman hayatinya tak perlu diragukan lagi. “Untuk membangun pariwisata di Raja Ampat, semua elemen harus bergandengan tangan. Saya sangat yakin kalau hal itu terjadi, Raja Ampat akan menjadi ikon pariwisata dunia,” ujarnya.

Setelah itu, tamu undangan dan para pejabat dipersilahkan mengunjungi stand-stand pameran yang ada, selanjutnya menikmati tour wisata di pulau-pulau kecil di wilayah Raja Ampat.

Sapta Nirwandar Nikmati Snorkling di Raja Ampat

Wamen Sapta Nirwandar menyempatkan snorkling di salah satu spot menarik di Raja Ampat. “Saya sempat tadi snorkling di resort di Raja Ampat, walaupun sudah pukul 17.00 WIB, terumbu karang dan ikan-ikan juga masih terlihat indah. Apalagi ada cahaya matahari yang pecah dari atas,” kata Sapta.

Sapta memuji keindahan Raja Ampat. Menurut dia, keindahannya melebihi spot terumbu karang di Maldiives yang juga populer dan dikelola dengan baik. “Saya lihat masih lebih baik di Raja Ampat,” katanya.

Sapta pun memberi masukan kepada pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Menurut Sapta, ada sebuah pulau di laut India yang cukup indah dalam hal fishing spot.

“Jadi nanti Raja Ampat mesti jadi marine spot yang terintegrasi tidak hanya diving. Itu aman karena di atas dan tidak merusak terumbu. Distandar kalau mancing ikan kecil tidak boleh dibawa pulang. Ada juga semacam fishing game, dapat nggak dapat ya mbayar Pak,” katanya.

Kepulauan Raja Ampat dikenal dengan keindahan bawah lautnya. Menurut Gubernur Papua Barat, saat ini wisatawan yang berwisata ke Raja Ampat sudah mencapai 15.158 orang. (*)

Facebook Comments