November 18, 2017

Sembilan Asosiasi Profesi Bidang Film Dibentuk

asosiasi pekerja film2Jakarta (Paradiso) – Pekerja perfilman Indonesia dari berbagai profesi mendeklarasikan pembentukan sembilan asosiasi profesi yang terdiri dari Indonesian Film Directors Club (IFDC) untuk sutradara, Rumah Aktor Indonesia (RAI), Indonesian Motion Picture and Audio Association (IMPAct) untuk pekerja tata suara dan ilustrasi musik, Penulis Indonesia untuk Layar Lebar (PILAR) untuk penulis skenario.

Asosiasi Produser Sinema Indonesia (APSI), Sinematografer Indonesia (SI), Indonesian Film Editors (INAFEd), Indonesian Production Designers (IPD) untuk para art director, dan Asosiasi Casting Indonesia (ACI) untuk para casting director.

Acara pembentukan sembilan asosiasi profesi ini dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Ia mengaku terharu dengan apa yang disuarakan oleh sembilan perwakilan profesi di perfilman. “Membuat film nggak bisa sendiri, maka kolaborasi dan kontribusi sangat penting untuk mendukung satu sama lain, bagaimana bisa menjamin kesejahteraan orang kreatif,” kata Mari Pangestu dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (2/8).

Sementara menurut Ketua IMPAct Tya Subiakto, audio dan penataan musik memegang peranan penting dalam film. Sedangkan menurut Ketua PILAR Perdana Kartawiyudha, sebuh film tidak dapat lepas dari cerita yang dikembangkan dan diselesaikan oleh penulis skenario. Sayang selama ini hal itu tidak cukup terdeteksi sehingga banyak hak penulis skenario tidak dihargai. “Pembentukan asosiasi ini juga untuk mengarsipkan karya penulis Indonesia,” ujar Perdana.

Asosiasi yang anggotanya masih kurang dari 10 orang adalah INAFed dan hal ini diniai memprihatinkan.

“Kita berkumpul atas dasar kegelisahan mengenai saat urgent dalam perfilman indonesia karena regenerasi ini stuck. Untuk RAI sendiri ada 50 orang, visinya untuk mengedukasi penonton Indonesia dan membangun sistem regenerasi dan membina para aktor,” kata Lukman Sardi, selaku Ketua RAI.

Selain menilai kompetensi, asosiasi juga diharapkan dapat memberdayakan dan mengadvokasi profesi untuk menjamin dan melindungi dari berbagai macam pelanggaran yang mungkin terjadi. Setiap asosiasi punya tata cara sendiri dalam merekrut anggota, bersifat independen, namun bermitra dengan pemerintah. Untuk INAFed, semisal, persyaratan portfolio film sebanyak 10 film per tahun. (*/bowo)

Facebook Comments