February 23, 2018

Solo Batik Carnival Berkesempatan Tampil di Pasadena Tournament of Roses

solo batik karnival

Jakarta (Paradiso) – Solo Batik Carnival (SBC) berkesempatan untuk tampil dalam ajang Pasadena Tournament of Roses di Los Angeles, Amerika Serikat, pada tahun baru 2013 mendatang.

Penawaran itu disampaikan Deputy Director of International Promotion for America and Pasific Region, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Vinsesius Jemadu, yang datang bersama liaison officer sekaligus konsultan public relations Indonesia di Pasadena Tournament of Roses, Greg Asbury, kepada Walikota Solo, Joko Widodo, belum lama ini.

Jokowi sendiri meminta waktu sepekan untuk mempertimbangkan semua kemungkinan termasuk itung-itungan biayanya. “Saya menjanjikan akan memberikan kepastian dalam pekan depan. Saya ingin kalau tampil di luar negeri harus total, jangan setengah-setengah,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Vinsensius Jemadu, mengungkapkan ini adalah tahun kedua setelah 16 tahun Indonesia absen dalam parade tahunan itu. Tahun lalu, pihak kemenparekraf membawa Putri Bunga dari Pagaralam, Sumatera Barat, dan berhasil menyabet President Trophy.

“Tahun ini kami memilih Solo dengan batik carnival-nya karena kami melihat potensi dan daya tariknya sangat besar untuk dibawa di tingkat internasional. Persiapan untuk keberangkatan untuk turnamen itu sendiri, sudah dimulai sejak April lalu. Rencananya disiapkan dua float atau kendaraan berhias, yakni float utama untuk penampil dari Kementerian Parekraf dengan tema wayang golek, dan float satelit untuk SBC dengan tema wayang dan batik,” katanya.

Dikatakan, float utama butuh biaya sekitar US$200.000 sedangkan float satelit butuh US$100.000. Biaya tersebut, juga untuk keberangkatan tim yang akan tampil di turnamen itu dipenuhi dengan sharing. Selain Solo, juga memberi tawaran ke Kota Tomohon, Sulawesi Utara dan Pagaralam. Namun keduanya sudah memiliki agenda sendiri sehingga harapan kementerian tinggal Solo.

“Penekanannya dalam ajang ini adalah untuk promosi pariwisata Indonesia, khususnya Solo, di Amerika. Setiap tahun acara itu disaksikan oleh satu juta penonton secara langsung serta 450 juta pemirsa televisi. Keikutsertaan Indonesia di ajang itu juga diharapkan bisa terus meningkatkan kunjungan wisatawan Amerika ke Indonesia, yang tahun ditargetkan mencapai 225.000 wisatawan,” ujarnya.

Sementara menurut Greg Asbury, yang sepanjang peragaan sampel SBC tak henti mengucapkan “wow”, mengatakan ide menampilkan wayang dan batik dalam turnamen itu sudah dirancang sejak 2011 lalu. Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan branding Wonderful Indonesia. (*/bisnis jateng)

Facebook Comments