October 16, 2018

Victoria hadirkan Industri Makanan Terbaik Australia

Pameran Food & Hotel Indonesia
Pameran Food & Hotel Indonesia

Jakarta (Paradiso) -Negara Bagian Victoria adalah eksportir makanan terbesar asal Australia yang menjangkau seluruh dunia. Pencapaian tersebut didukung oleh iklim, tanah berkualitas tinggi dan air murni yang dimiliki oleh negara bagian tersebut.

Keunggulan alam Victoria, didukung oleh kebijakan pemerintahnya yang melihat ke depan dan berkesinambungan, menjadikan industri pertanian Victoria mencuat sebagai salah satu produsen makanan berkualitas tinggi yang dinikmati oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Impor produk makanan Australia ke Indonesia telah meningkat dalam beberapa tahun belakangan sejalan dengan peningkatan keinginan penduduk Indonesia untuk memperoleh makanan dan minuman berkualitas tinggi dengan standar internasional. Tahun lalu saja, makanan (dan serat) asal Victoria yang diimpor diperkirakan lebih dari Rp4,5 trilyun (A$441 juta).

Angka tersebut mengambil porsi sebesar 5% dari keseluruhan nilai ekspor global makanan (dan serat) asal Victoria yang mencapai Rp91,5 trilyun (A$9 milyar). Sebagian besar ekspor tersebut terdiri dari biji gandum (34%) dan produk susu (30%).

Tim Dillon, Victorian Commissioner to South East Asia, mengungkapkan bahwa Victoria merupakan ‘jembatan strategis’ bagi Indonesia dalam menjangkau Australia dalam hal ekspor dan impor.

“Tetangga kita, Indonesia, merupakan pasar yang sangat penting bagi Negara Bagian Victoria; dan kami senang dapat menghadirkan hasil terbaik kami ke pameran Food & Hotel Indonesia 2013,” ungkap Dillon.

Food & Hotel Indonesia 2013 akan diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran mulai tanggal 10-13 April 2013. Partisipasi dari Victoria Government Business Office (VGBO), bersama-sama dengan 32 perusahaan dari Negara Bagian Victoria di Food & Hotel Indonesia 2013, mempermudah industri makanan Indonesia dalam menjaga kelangsungan pasokan bagi pangsa pasar konsumen Indonesia yang terdiri dari populasi kaum muda (60% berumur 39 tahun ke bawah) serta pertumbuhan kelas menengah yang diperkirakan mencapai 75 juta menjelang tahun 2014.

Dillon menambahkan bahwa, “Negara Bagian Victoria berhak atas reputasi sebagai produsen makanan kelas dunia dengan kontrol mutu yang ketat, dan VGBO memiliki komitmen untuk menyajikan yang terbaik dari Australian untuk dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.”

Sebagian besar perusahaan makanan terkemuka asal Negara Bagian Victoria akan berpartisipasi dalam pameran Food & Hotel Indonesia 2013. Perusahaan-perusahaan tersebut berkutat dalam produksi dan ekspor produk susu (seperti susu, butter, krim, keju, gelato, es krim dan makanan beku), produk daging (sapi, kambing and unggas), biji gandum, minyak zaitun kelas dunia, sayur dan produk terkait, buah dan kacang (seperti almond), wine, pasta dan pesto, serta bahan mentah yang khusus dimiliki oleh Negara Bagian Victoria. Selain itu, perusahaan-perusahaan jasa logistik dan pengiriman asal Negara Bagian Victoria juga berpartisipasi dalam Food & Hotel Indonesia 2013.

Dillon menggarisbawahi bahwa pameran Food & Hotel Indonesia menyajikan kesempatan yang besar dalam keberhasilan bisnis antara pengisi pameran asal Victoria and pebisnis Indonesia yang berkecimpung dalam industri makanan nasional.

“Pameran ini telah terbukti menjadi landasan yang kuat dalam berjejaring dan membangun hubungan baru, formalisasi kemitraan serta pertukaran pengetahuan bisnis dan teknis. Kami berharap tahun 2013 ini dapat melanjutkan pencapaian yang telah ada.” (*)

Facebook Comments