Warung Broyakoe, Meramu Resep Tradisional Rasa Sensasional

Warung Broyakoe di Komplek BDN Jl Raya Pondok Gede Bekasi lokasinya persis di depan Kecamatan Pondok Gede.
Warung Broyakoe di Komplek BDN Jl Raya Pondok Gede Bekasi lokasinya persis di depan Kecamatan Pondok Gede.

Jakarta (Paradiso) – Kangen dengan masakan Brongkos salah satu masakan khas Yogyakarta? Warung Broyakoe yang terletak di Komplek BDN Jl Raya Pondok Gede Bekasi atau persisnya di depan Kecamatan Pondok Gede, Bekasi ini dapat menjadi pilihan untuk menikmati masakan tersebut.

Brongkos yang biasa disebut jangan brongkos atau sayur brongkos oleh masyarakat Jawa ini bentuk masakannya hampir sama dengan rawon, karena sama-sama menggunakan bahan dasar kluwak. Hanya saja brongkos memakai tambahan santan.

Bahan-bahan yang ada pada masakan brongkos ini terdiri dari tahu china dan tempe yang dipotong sesuai selera dan digoreng setengah matang, daging sapi, kacang merah, buncis, dan santan.

Sedangkan bumbu-bumbu yang digunakan, antara lain kluwak, bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, asam jawa, lengkuas, daun salam, daun jeruk, serai, garam, dan gula merah secukupnya.

Sajian masakan brongkos di Warung Broyakoe ini ada dua penyajian, yakni Broyakoe Campur, dimana nasi dicampur langsung dengan sayur brongkos di dalam mangkuk kecil. Lalu ada Broyakoe Pisah, yaitu nasi dan sayur brongkos ini dipisah dengan menggunakan piring dan mangkuk kecil.

Harga satu porsi Broyakoe Pisah Rp10.000, sedangkan campur Rp8.000. Sebagai makanan pelengkap, warung yang memiliki kapasitas 24 orang ini menyediakan krupuk, tempe dan tahu bacem, tempe goreng tepung, dan telor asin.

Menu Brongkos
Menu Brongkos

“Selain Menu Brongkos kami juga menawarkan Menu Daharan lainnya seperti rawon, soto daging, bebek goreng jawa, ayam goreng, dan lainnya,” ujar permilik Warung Broyakoe Ignatius Deta Indra.

Menurut bapak satu putri bernama Chiara ini, selain menu Daharan, setiap pukul 06.00 WIB warungnya menyediakan menu Serbu Sarapan (serba lima ribu) yakni nasi kuning dan nasi gurih.

“Kalau sore mulai dari pukul 17.00 – 21.00 WIB kami menawarkan menu Nukar (Menu Bakaran) yang terdiri dari ayam bakar, bebek bakar, iga bakar, gurame bakar, nila bakar, bawal bakar, dan lele bakar,” ungkap pria yang biasa disapa Deta.

Untuk minuman, pengunjung dapat menikmati minuman es klamud yang menyegarkan, yakni es kelapa muda yang diberi sirup merah, susu dan tape. Bila tidak ingin klamud, bisa pilih air jeruk atau wedang jahe.

Mengenal Warung Broyakoe

Broyakoe atau Brongkos Eyang Kus merupakan masakan yang dikembangkan oleh seorang ibu, yakni Ibu Koestijono sejak tahun 1982 hanya untuk kalangan keluarga. Lalu pada Mei 2013 Broyakoe mulai diluncurkan di Pawon Ndeso, Yogyakarta.

“Saat diluncurkan hingga sekarang Pawon Ndeso milik mertua saya banyak dikunjungi pengunjung, dari sini saya ingin mengembangkan menu tradisional ini di Jakarta dengan membangun Warung Broyakoe ini,” cerita suami dari Rosalin Petrina ini.

Menurut Deta, target menu Broyakoe ini tidak hanya untuk orangtua saja melainkan juga anak-anak karena porsinya yang bisa disesuaikan dengan menggunakan mangkuk kecil.

Ia mengatakan, “Selain media internet dan promosi dari mulut ke mulut, kedepannya saya ingin bekerjasama dengan wedding organizer atau pengelola gedung perkawinan dan koperasi pengelola gedung seperti yang dilakukan Pawon Ndeso. (Yeffi Rahmawati)

Facebook Comments