January 23, 2019

Wisatawan Mancanegara Lebih Hargai Alam dan Budaya

Wisatawan eropa melepaskan penyu ke laut di pantai Kuta, Bali

Bali (Paradiso) – Wisatawan mancanegara (wisman) dalam menikmati ekowisata di Bali umumnya lebih menghargai alam dan budaya serta melakukan perjalanan secara bertanggung jawab ketimbang dengan wisatawan domestik.

Guru besar Universitas Udayana, Prof Dr Wayan Windia mengatakan hasil studi pasar ada tiga tipe ekowisatawan, meliputi pendidikan tinggi, usia pertengahan 25-55 tahun dan tertarik pada aktivitas luar ruangan.

“Aktivitas di luar ruangan yang sangat diminati wisatawan luar negeri itu antara lain jalan kaki menelusuri persawahan, perkebunan dengan lingkungan sekitarnya yang lestari. Selain itu, juga menikmati perjalanan dengan menelusuri sungai menggunakan perahu karet (rafting) dan berbagai kegiatan lainnya di alam bebas,” ujarnya.

Dikatakan, dalam beberapa tahun belakangan tampaknya terjadi perubahan pola kegiatan pariwisata dari matahari, laut dan pasir pantai ke pariwisata bentuk alami. Selain itu, juga terjadi pola perubahan kegiatan industri pariwisata dari kegiatan wisata massal ke wisata minat khusus yang banyak dibicarakan bekalangan ini, bahkan menjadi isu global.

“Kehadiran ekowisata dalam pembangunan berwawasan lingkungan merupakan suatu misi pengembangan pariwisata alternatif yang tidak banyak menimbulkan dampak negatif, baik terhadap lingkungan maupun sosial budaya. Dengan demikian, kegiatan lebih banyak berorientasi terhadap pemanfaatan sumber daya alam yang masih lestari yang belum tercemar,” katanya.

Ditambahkannya, kegiatan wisata alam mempunyai tujuan khusus dan bertanggung jawab, sehingga semakin banyak diminati masyarakat sebagai kegiatan yang menyenangkan. Hal itu tercermin semakin banyaknya kegiatan wisata alam seperti lintas alam, panjat tebing, arum jeram, berkemah, naik sepeda gunung, menikmati keindahan alam serta keaslian budaya lokal. (*/ant)

Facebook Comments